Showing posts with label Tutorial Mikrotik. Show all posts
Showing posts with label Tutorial Mikrotik. Show all posts

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk

June 12, 2017 Add Comment
Install Mikrotik di USB Flashdisk? Emang bisa? Mungkin pertanyaan itu yang muncul di benak Anda ketika membaca judul Tutorial Mikrotik ini. Karena memang biasanya Mikrotik itu diinstall di PC menggunakan media CD/DVD atau DOM installer. Mungkin ada juga yang beranggapan kalau judul di atas maksudnya install Mikrotik dari USB Flashdisk sebagai media instalasi. Tetapi bukan demikian.

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk ini benar-benar membahas tentang cara instalasi Mikrotik RouterOS ke dalam USB FlashDisk. Caranya adalah dengan menggunakan bantuan software NetInstall Mikrotik.

Jadi diharapkan, file instalasi yang ditanam pada USB FlashDisk ini dapat dijakankan di PC/Laptop yang support booting via USB Drive. Bentuknya jadi semacam Live CD Mikrotik yang bisa dipakai tanpa perlu di install berkali-kali, cukup sekali instalasi.

Oke kita langsung saja mulai! 

Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk.

1. Sediakan USB FlashDisk

Silakan cari USB FlashDisk yang masih bisa digunakan dan untuk kapasitas nya terserah, mau 2 GB atau 8 GB tidak masalah. Kapasitas FlashDisk ini nantinya yang menjadi hdd disk pada Mikrotik.

2. Download File Installer RouterOS x86 ISO

Masuk ke download page mikrotik.com/download scroll ke bagian x86, pilih installer CD Image dengan extensi .iso.

3. Download Software Installer NetInstall

Masih di halaman download yang sama, scroll ke bawah lagi, pilih NetInstall.

4. Extract Software NetInstall Mikrotik

Anda bisa extract dulu file zip NetInstall nya atau bisa langsung dibuka. 

5. Format USB Flashdisk dengan sistem FAT32

Format dulu USB FD nya. Pastika tidak ada data penting di dalam nya.

6. Proses Penyalinan File RouterOS ke Flashdisk

Untuk step 6 dan selanjutnya silakan lihat Video Tutorial Cara Install Mikrotik di USB FlashDisk nya disini supaya lebih jelas :


[VIDEO] Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik

May 30, 2017 Add Comment
Cara Mudah Setting Mikrotik Menggunakan Winbox akan kita bahas pada artikel kali ini. Melakukan konfigurasi Mikrotik pada routerboard seperti Mikrotik RB750 atau tipe lainnya bisa dilakukan dengan mudah jika sudah tau Cara Menggunakan Winbox nya.

Cara Setting Mikrotik Menggunakan Winbox


Nah, disini saya akan share Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik. Sebelumnya, pastikan Anda sudah mengetahui apa itu winbox Mikrotik dan sudah memiliki software winbox mikrotik nya dan cara install winbox nya. Jika belum silakan Download Winbox Mikrotik disini :

Untuk mempermudah teman-teman belajar cara setting mikrotik menggunakan winbox, saya sudah buatkan Video Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik yang bisa teman-teman saksikan.

Namun jika teman-teman belum paham tentang apa itu Mikrotik karena baru belajar dan tau Mikrotik, saya rekomendasikan untuk menyaksikan dulu Video Tutorial Mikrotik tentang Apa Itu Mikrotik berikut ini.


Setelah paham mengenai Mikrotik, kita bisa langsung belajar mikrotik winbox pada video selanjutnya. Pada Video Tutorial Mikrotik Winbox ini bukan sekedar membahas tentang cara menggunakan winbox pada Mikrotik, tetapi sekaligus praktek cara setting mikrotik menggunakan winbox, karena pada video ini saya coba gunakan juga RB951G-2HnD untuk demo praktek.

Materi praktek pada video tutorial mikrotik winbox ini yaitu seperti mengkoneksikan Mikrotik RB750 ke Internet Speedy atau Indihome hingga client bisa konek ke internet dan sharing koneksi wireless pada RB951G-2HnD hingga client bisa konek ke internet indihome.

Oke, langsung saja kita mulai Video Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik berikut ini :


Tutorial Setting L2TP/IPsec VPN Client di Windows

March 14, 2017 Add Comment
L2TP/IPsec VPN mempunyai tingkat keamanan (security) yang tinggi dengan adanya enkripsi dari IPsec. Dengan tinggi nya tingkat keamanan di L2TP/IPsec bukan berarti konfigurasi nya susah dan ribet. Setting L2TP/IPsec client di Windows cukup mudah, hampir mirip dengan PPTP VPN Client di Windows.

Tidak seperti setting SSTP VPN client di Windows yang lumayan ribet karena harus generate SSL Certificate dulu, untuk L2TP/IPsec ini tidak perlu pakai certificate, cukup dengan menggunakan Pre Shared Key (PSK).

Sebelum kita lanjut membahas Tutorial Setting L2TP/IPsec VPN Client di Windows 10, pastikan Anda sudah membaca Tutorial Mikrotik sebelumnya tentang Tutorial Setting L2TP/IPsec VPN Server di Mikrotik.

Disini saya akan contohkan konfigurasi L2TP/IPsec client di Windows 10. Untuk versi windows lain silakan menyesuaikan.

Tutorial Cara Setting L2TP/IPsec VPN Client di Windows 10

1. Pastikan L2TP/IPsec VPN Server nya sudah di setting dan siap digunakan

2. Pada Windows, Klik Start --> ketikkan VPN --> Pilih Change virtual private networks (VPN)



3. Pilih Add a VPN connection


4. Isikan parameter yang disediakan sebagai berikut :

VPN Provider : 
Pilih Windows (built-in)

Connection name : 
Beri nama koneksi VPN nya

Server name or address :
Isikan IP Address (publik) atau nama domain dari VPN server nya

VPN type :
Pilih L2TP/IPsec with pre-shared key

Pre-shared key :
Masukkan PSK yang sama seperti di VPN server nya


Type of sign-in info :
Pilih User name and password

User name (optional) :
Masukkan username VPN nya

Password (optional) :
Masukkan password dari username VPN nya

Centang Remember my sign-in info
Save

5. Koneksikan L2TP/IPsec VPN nya. Jika berhasi konek, maka akan muncul tulisan Connected pada VPN client dan pada VPN server akan muncul dynamic interface L2TP secara otomatis.


6. Nah, agar L2TP/IPsec VPN Windows client ini bisa akses ke internet melalui tunnel VPN nya, kita buat rule firewall srcnat masquerade.


Gimana, gampang kan? Setting L2TP/IPsec VPN client di Windows 10 memang mudah. Dengan menggunakan koneksi L2TP/IPsec VPN ini komunikasi data kita jadi lebih aman dan tentu saja bisa mem-bypass firewall, sehingga situs-situs yang diblokir bisa dibuka :D

Tutorial Setting L2TP/IPsec VPN Server di Mikrotik

March 13, 2017 Add Comment
L2TP (Layer 2 Tunneling Protocol) adalah salah satu VPN protocol yang merupakan pengembangan dari PPTP VPN yang ditambahkan L2F (Layer 2 Forwarding) protocol. L2TP sendiri tidak menyediakan enkripsi (encryption) pada traffic yang melewatinya. Nah, untuk menyediakan fitur enkripsi nya, L2TP dipadukan dengan IPsec untuk meningkatkan keamanan dan privasi. 

IPsec adalah singkatan dari Internet Protocol Security yang merupakan network protocol yang memeberikan autentikasi dan enkripsi paket data yang dikirim melalui jaringan. IPsec menggunakan kriptografi untuk melindungi komunikasi data yang melewati jaringan Internet Protocol (IP). Hal ini membuat penggunaan IPsec akan memberikan tingkat keamanan yang tinggi.

Implementasi L2TP yang menggunakan IPsec biasa disebut dengan L2TP/IPsec. Dengan tingkat kemanan yang tinggi bukan berarti sulit dan ribet dalam konfigurasinya. Tidak seperti setting SSTP VPN yang cukup rumit, Setting L2TP/IPsec VPN Mikrotik hampir sama mudahnya dengan konfigurasi PPTP VPN Mikrotik. Kita bisa menggunakan L2TP/IPsec VPN pada Mikrotik untuk membuat interkoneksi yang aman antar lokasi atau antar server dengan client. 

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita contohkan penerapan L2TP/IPsec VPN untuk interkoneksi dua lokasi berbeda yang berjauhan dengan memanfaatkan koneksi Internet. Sebut saja interkoneksi dua kantor yang berbeda negara, dimana Kantor pusat ada di Los Angeles (USA) dan Kantor cabang berada di Singapore. Berikut ini gambar topologi interkoneksi nya :


Disini kita akan mengkoneksikan antar Router Mikrotik yang memiliki IP Publik melalui jaringan Internet dengan memanfaatkan L2TP/IPsec VPN Tunnel. Mari langsung saja kita bahas cara setting L2TP Mikrotik nya.

Setting L2TP/IPsec VPN Server Mikrotik

1. Login ke Router Mikrotik yang akan digunakan sebagai L2TP Server.

2. Aktifkan L2TP Server, masuk ke menu PPP --> tab Interface --> pilih L2TP Server --> Centang Enabled --> Centang Use IPsec --> Masukkan IPsec Secret --> OK


3. Buat user L2TP, masuk ke tab Secrets --> Tambahkan user baru dengan parameter :
  • Name : masukkan username yang diinginkan
  • Password : masukkan password untuk username nya
  • Local Address : IP Address yang akan diberikan ke L2TP Server secara otomatis
  • Remote Address : IP Address yang akan diberikan ke L2TP Client secara otomatis
  • Routes : Bisa diisikan dengan network di Kantor cabang, nantinya akan muncul di tabel routing secara otomatis (dynamic route).


4. Sekarang kita Setting IPsec nya. Masuk ke menu IP --> IPsec --> tab Proposals --> buka default --> Silakan pilih Authentication Algorithms dan Encryption Algorithms nya --> OK


Setting L2TP/IPsec VPN Client Mikrotik

1. Login ke Router Mikrotik yang akan dijadikan L2TP Client.

2. Masuk ke menu PPP --> tab Interface --> tambahkan Interface L2TP Client


3. Isikan Parameter Connect To : IP Address Publik / domain name L2TP Server --> Masukkan User dan Password --> Centang Use IPsec --> Isikan IPsec Secret sama seperti pada L2TP Server --> OK.


4. Seting IPsec di client, IP --> IPsec --> tab Proposals --> default --> Samakan dengan isi proposal default di sisi Server.


5. Cek koneksi L2TP/IPsec nya apakah sudak konek. Masuk ke menu PPP --> Interface --> Pastikan interface nya sudah ada tanda R (Runing) dan pada Status interface nya sudah Connected.


6. Tambahkan static route di sisi Client (kantor cabang) dengan memasukkan network pada sisi Server (kantor pusat) --> IP --> Route 


7. Di sisi kantor pusat tidak perlu ditambahkan static route ke kantor cabang, karena dynamic route nya sudah otomatis dibuat.

8. Cek koneksi dari client ke server dengan ping.


Sampai disini kedua lokasi yang berbeda negara dan jarak yang sangat jauh sudah berhasil dikoneksikan dengan L2TP/IPsec VPN Mikrotik yang memiliki tingkat keamanan tinggi melalui internet.

Perlu diperhatikan bahwa konfigurasi IPsec tidak akan berjalan dengan baik jika ada ketidaksesuaian informasi waktu pada client dan server. Jadi pastikan konfigurasi waktu sudah sesuai dan dalam kondisi real time. Untuk memudahkan nya kita bisa gunakan NTP. Silakan baca : Setting NTP Client di Mikrotik.

Cara Setting SSTP VPN Client di Windows Menggunakan Certificate dari Mikrotik

March 11, 2017 Add Comment
Setting SSTP VPN Client di Windows lebih rumit daripada setting PPTP VPN Client. Hal ini terjadi karena penggunaan SSTP VPN yang jauh lebih aman (secure) daripada PPTP VPN, dimana koneksi SSTP VPN di Windows ini harus menggunakan Certificate SSL (Secure Sockets Layer). Lain hal nya dengan PPTP VPN yang tidak perlu repot-repot menggunakan Certificate SSL, tinggal sedikit setting sudah bisa konek.

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas Tutorial Cara Setting SSTP VPN Client di Windows 10 dengan terlebih dahulu membuat Certificate SSL dari Perangkat Mikrotik. Sebelum lanjut ke Tutorial ini, pastikan Anda sudah membaca Tutorial Mikrotik sebelumnya tentang :

Membuat Certificate SSL CA, Server, dan Client di Mikrotik

1. Buat Certificate SSL di Mikrotik untuk CA (Certificate Authority). Masuk ke Menu System --> Certificates --> Tambahkan certificate baru dengan detail sebagai berikut :


Yang perlu diperhatikan adalah pada kolom Name dan Common Name (CN)
  • Pada kolom Name isikan CA
  • Pada kolom Common Name isikan IP Address (publik) atau nama domain dari SSTP Server.
  • Untuk kolom lainnya silakan disesuaikan dengan data Anda masing-masing

2.  Buat Certificate SSL untuk Client dan Server. Caranya sama seperti langkah pertama, tinggal mengganti Name dan Common Name.

Certificate SSL untuk Client :


Certificate SSL untuk Server :


3. Sign ketiga Certificate SSL tersebut dengan cara klik opsi Sign pada masing-masing certificate.

Sign Certificate SSL CA :

Pada saat sign, di kolom Certificate pilih CA --> Kolom CA CRL Host isikan IP Address Publik atau domain name SSTP Server nya.


Sign Certificate SSL Client :

Pada saat sign, di kolom Certificate pilih Client --> kolom CA : pilih CA --> CA CRL Host : kosong


Sign Certificate SSL Server:

Pada saat sign, di kolom Certificate pilih Server --> kolom CA : pilih CA --> CA CRL Host : kosong


3. Setelah Certificate di Sign, pastikan semuanya sudah sudah ada tanda T yang berarti Trusted. Jika belum, masuk ke certificate nya --> centang Trusted


4. Export Certificate CA dan Client nya. Klik kanan pada Certificate --> pilih opsi Export.


Pilih Certificate yang mau di export (CA dan Client). Pada kolom Export Passphrase kosongi saja --> Klik Export.


5. Hasil Export Certificate nya akan muncul di menu Files dengan ekstensi .crt. Copy file Certificate tersebut ke komputer.


6. Paste file Certificate ke salah satu Folder di Komputer. Kemudian Install kedua Certificate nya dengan klik kanan --> Install Certificate


 Ikuti Prosedur Certificate Import Wizard sebagai berikut :


  

 

Lakukan prosedur import certificate ini untuk Certificate CA dan Client nya.

7.  Kembali ke SSTP VPN Server Mikrotik. Masukkan Certificate CA pada konfigurasi SSTP Server nya. Masuk ke menu PPP --> Interface --> SSTP Server --> Pada Kolom Certificate pilih CA dan Authentication pilih mschap2 saja.

  

Setting SSTP VPN Client pada Windows 10

Disini saya coba contohkan setting SSTP Client di Windows 10. Untuk versi Windows lain silakan menyesuaikan.
1. Masuk ke Network and Sharing Center --> pilih Set up a new connection or network


 2. Pilih Connect to a workplace --> Next


3. Jika muncul tampilan seperti di bawah ini, pilih No, create a new connection --> Next --> Use my Internet Connection (VPN).



4. Masukkan data SSTP Server nya. 
Internet address : isikan IP Address (Public) atau domain name dari SSTP Server nya
Destination name : Beri nama SSTP VPN nya
Klik Create.


5. VPN Client sudah dibuat. Sekarang kita edit data di VPN Client nya tersebut. 
Pilih VPN type : Secure Socket Tunneling Protocol (SSTP) --> Masukkan username dan password SSTP VPN Client nya nya --> Save.


6. Coba koneksikan SSTP VPN Client nya. Jika berhasil maka akan muncul tulisan Connected pada SSTP VPN Client Windows nya dan muncul SSTP interface dinamis nya pada SSTP Server.


7. Setelah di Trace IP address komputer nya sudah berubah menjadi IP Address dari SSTP VPN Server yang ada di Singapore. Hal ini terjadi karena Mikrotik yang saya jadikan SSTP VPN Server saya install di VPS Digital Ocean dengan lokasi Data Center di Singapore.


Sampai disini kita sudah berhasil Membuat Certificate SSL di Mikrotik dan Setting SSTP VPN Client di Windows 10. Untuk Setting SSTP VPN Client di Mikrotik tidak perlu menggunakan certificate. Silakan baca di Tutorial Mikrotik sebelumnya :

Semoga Bermanfaat :)

Cara Membuat SSTP VPN Server di Mikrotik

March 11, 2017 Add Comment
SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol) adalah salah satu bentuk VPN (Virtual Private Network) yang menggunakan TLS 1.0 channel dan berjalan pada protocol TCP port 443 (SSL). Agar dapat menggunakan SSTP dengan keamanan yang optimal, kita harus menambahkan sertifikat SSL untuk koneksi antara Server dan Client. Hal ini membuat SSTP VPN lebih aman (secure) daripada PPTP VPN.

Namun jika Server dan Client sama-sama menggunakan Mikrotik RouterOS versi 5.0beta ke atas, maka tidak menggunakan sertifikat SSL pun sudah bisa. Penggunaan sertifikat SSL ini diperlukan untuk koneksi ke client non Mikrotik, misalnya menggunakan PC/Laptop Windows OS.

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan membahas tentang Bagaimana Cara Membuat SSTP VPN Server di Mikrotik dan mengkoneksikannya ke Client yang juga menggunakan Mikrotik. Oke, langsung saja kita mulai.

Cara Membuat SSTP VPN Server di Mikrotik

1. Login ke Mikrotik yang akan dijadikan SSTP VPN Server via Winbox Mikrotik.

2. Aktifkan SSTP VPN Server dengan masuk ke menu PPP --> tab Interface klik SSTP Server --> Centang opsi Enabled 



3. Perhatikan pada opsi Default Profile. Pilih Profile yang akan digunakan. Disini saya gunakan Profile yang sudah saya buat dengan memanfaatkan IP Pool. Silakan baca caranya disini : 

4. Perhatikan juga pada opsi Authentication. Pilih mschap2 saja, selain itu hilangkan centang nya. Hal ini dilakukan untuk memaksa SSTP Server menggunakan protokol mschap2 saja pada proses autentikasi nya sehingga lebih secure dan akan memudahkan kita nanti pada saat set up client windows. Klik OK

5. Buat user SSTP VPN nya. Masuk ke tab Secret dan tambahkan user nya. Jangan lupa gunakan Profile yang sama seperti pada SSTP Server.


5. Sampai disini SSTP VPN Server Mikrotik sudah berhasil diaktifkan. Selanjutnya kita setting SSTP VPN Client Mikrotik nya

Cara Setting SSTP VPN Client di Mikrotik

1. Login ke Mikotik yang akan digunakan sebagai SSTP VPN Client.

2. Masuk ke menu PPP --> tab Interface --> Tambahkan Interface SSTP Client --> Isikan data Interface SSTP nya :
  • Connect to : IP Address atau domain name dari SSTP VPN Server nya
  • Port : Pastikan port nya 443
  • Certificate : Karena ini koneksi antar Mikrotik maka tidak perlu menggunakan certificate SSL (none)
  • User : Masukkan Username yang sudah dibuat pada SSTP Server
  • Password : Masukkan Password untuk username SSTP nya
  • Profile : Pilih profile default
  • Allow : pilih mschap2

 
3. Selanjutnya kita cek Interface SSTP tersebut apakah sudah bisa konek ke SSTP Server. Pastikan ada tanda R (Running) pada interface SSTP client nya dan Status : connected.


4. Jika SSTP Client Mikrotik sudah berhasil terkoneksi ke SSTP Server, maka pada menu PPP --> Interface di SSTP Server akan muncul interface SSTP dinamis baru dengan tanda D (Dynamic)  dan R (Running) serta Status : connected.


Sampai disini antar Mikrotik sudah saling terkoneksi menggunakan SSTP VPN Tunnel. Untuk Setting SSTP VPN Client pada Windows akan kita bahas pada artikel selanjutnya.

AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

February 27, 2017 Add Comment
Melakukan backup konfigurasi Mikrotik secara rutin bisa mengurangi resiko downtime yang lama karena harus konfig ulang router ketika terjadi masalah pada router tersebut. Setidaknya jika router rusak, atau RouterOS nya corrupt, kita tidak perlu repot-repot lagi ngonfig dari awal. Tinggal restore saja konfigurasi nya dari file backup yang sudah disimpan sebelumnya.

Namun masalahnya kadang kita terlalu malas untuk sekedar melakukan backup konfigurasi dan menyimpan nya. Sama malasnya seperti saya yang harus me-manage puluhan Router Mikrotik. Capek kalau harus backup konfig satu per satu, hehe :D. 

Sebenarnya pada Tutorial Mikrotik sebelumnya sudah pernah saya bahas tentang :

Tutorial Mikrotik kali ini merupakan pengembangan dari tutorial tersebut, dimana file backup dan export yang sudah di generate bukan dikirimkan ke Email, namun di upload ke Folder di FTP Server secara otomatis dan terjadwal. Sehingga file backup & export yang di upload ke FTP akan tersusun rapi, mudah ditemukan, dan cepat bisa digunakan. Contoh nya seperti ini :


Oke cukup sudah dongeng sebelum tidurnya, kebanyakan baca prolog ntar malah jadi ngantuk :p mari kita langsung saja bahas caranya. Disini kita akan manfaatkan Tool Fetch Mikrotik untuk melakukan proses upload file. Selain itu kita juga akan gunakan Script & Scheduler untuk otomasi nya.

Tutorial Cara AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

1. Pastikan kita punya akses ke FTP Server untuk membuat direktori lokasi upload file backup.

2. Login via Winbox Mikrotik --> Pastikan Mikrotik nya sudah bisa ping ke FTP Server.

3. Buat Script Auto Backup Mikrotik. Masuk ke menu System --> Scripts --> Tambahkan Script baru --> Beri nama autobackup --> pada kolom Source isikan :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/export file=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
Contoh nya seperti gambar berikut :


Script ini jika di run akan men-generate file backup (.backup) dan file export (.rsc) dengan format penamaan yang mudah dikenali.


4. Buat Script lagi untuk proses upload file backup. Disini kita akan buat dua script terpisah untuk proses upload file .backup dan .rsc. Untuk script upload file backup beri nama uploadbackup --> Script source nya sebagai berikut :
:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".backup");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes
Silakan ubah data yang ditandai kuning dengan data Anda sendiri. Contoh nya sebagai berikut :


5. Script ini dibuat untuk proses upload file export (.rsc) --> Beri nama uploadrsc --> Isikan Source dengan script berikut :

:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".rsc");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes

Contoh nya seperti gambar berikut ini :


6. Selanjutnya kita coba Run kedua Script upload tersebut. Coba cek pada folder tujuan upload di FTP Server. Jika konfigurasi script sudah benar, seharusnya akan muncul file .backup dan .rsc seperti gambar berikut ini :

Jika belum muncul file backup nya, silakan cek lagi data pada script nya. Pastikan username dan password FTP nya punya hak akses Permission Read/Write (RW) pada folder tujuan upload. 

7. Sekarang saatnya mambuat penjadwalan, sehingga script tersebut bisa dijalankan secara otomatis dan terjadwal. Kita gunakan Scheduler, masuk ke menu System --> Scheduler --> buat 3 scheduler  baru untuk masing-masing script yang sudah kita buat.

Disini saya contohkan untuk membuat script dijalankan secara otomatis pada 01 Maret 2017 dengan interval 30 hari, jadi script ini akan berjalan mulai tanggal 1 Maret 2017 dan akan jalan otomatis tiap 30 hari.

Pastikan ketiga script tersebut tidak diekseskusi secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Dahulukan script autobackup, baru kemudian script uploadbackup dan uploadrsc. Contoh konfigurasi nya silakan lihat gambar berikut :

Nah, sekarang tinggal konfig Router Mikrotik lainnya untuk auto backup ke FTP Server juga. Gak masalah capek konfig di awal, asal kedepanya gak capek tiap bulan ngumpulin file backup satu per satu :D.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *