Showing posts with label Tools. Show all posts
Showing posts with label Tools. Show all posts

AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

February 27, 2017 Add Comment
Melakukan backup konfigurasi Mikrotik secara rutin bisa mengurangi resiko downtime yang lama karena harus konfig ulang router ketika terjadi masalah pada router tersebut. Setidaknya jika router rusak, atau RouterOS nya corrupt, kita tidak perlu repot-repot lagi ngonfig dari awal. Tinggal restore saja konfigurasi nya dari file backup yang sudah disimpan sebelumnya.

Namun masalahnya kadang kita terlalu malas untuk sekedar melakukan backup konfigurasi dan menyimpan nya. Sama malasnya seperti saya yang harus me-manage puluhan Router Mikrotik. Capek kalau harus backup konfig satu per satu, hehe :D. 

Sebenarnya pada Tutorial Mikrotik sebelumnya sudah pernah saya bahas tentang :

Tutorial Mikrotik kali ini merupakan pengembangan dari tutorial tersebut, dimana file backup dan export yang sudah di generate bukan dikirimkan ke Email, namun di upload ke Folder di FTP Server secara otomatis dan terjadwal. Sehingga file backup & export yang di upload ke FTP akan tersusun rapi, mudah ditemukan, dan cepat bisa digunakan. Contoh nya seperti ini :


Oke cukup sudah dongeng sebelum tidurnya, kebanyakan baca prolog ntar malah jadi ngantuk :p mari kita langsung saja bahas caranya. Disini kita akan manfaatkan Tool Fetch Mikrotik untuk melakukan proses upload file. Selain itu kita juga akan gunakan Script & Scheduler untuk otomasi nya.

Tutorial Cara AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

1. Pastikan kita punya akses ke FTP Server untuk membuat direktori lokasi upload file backup.

2. Login via Winbox Mikrotik --> Pastikan Mikrotik nya sudah bisa ping ke FTP Server.

3. Buat Script Auto Backup Mikrotik. Masuk ke menu System --> Scripts --> Tambahkan Script baru --> Beri nama autobackup --> pada kolom Source isikan :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/export file=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
Contoh nya seperti gambar berikut :


Script ini jika di run akan men-generate file backup (.backup) dan file export (.rsc) dengan format penamaan yang mudah dikenali.


4. Buat Script lagi untuk proses upload file backup. Disini kita akan buat dua script terpisah untuk proses upload file .backup dan .rsc. Untuk script upload file backup beri nama uploadbackup --> Script source nya sebagai berikut :
:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".backup");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes
Silakan ubah data yang ditandai kuning dengan data Anda sendiri. Contoh nya sebagai berikut :


5. Script ini dibuat untuk proses upload file export (.rsc) --> Beri nama uploadrsc --> Isikan Source dengan script berikut :

:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".rsc");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes

Contoh nya seperti gambar berikut ini :


6. Selanjutnya kita coba Run kedua Script upload tersebut. Coba cek pada folder tujuan upload di FTP Server. Jika konfigurasi script sudah benar, seharusnya akan muncul file .backup dan .rsc seperti gambar berikut ini :

Jika belum muncul file backup nya, silakan cek lagi data pada script nya. Pastikan username dan password FTP nya punya hak akses Permission Read/Write (RW) pada folder tujuan upload. 

7. Sekarang saatnya mambuat penjadwalan, sehingga script tersebut bisa dijalankan secara otomatis dan terjadwal. Kita gunakan Scheduler, masuk ke menu System --> Scheduler --> buat 3 scheduler  baru untuk masing-masing script yang sudah kita buat.

Disini saya contohkan untuk membuat script dijalankan secara otomatis pada 01 Maret 2017 dengan interval 30 hari, jadi script ini akan berjalan mulai tanggal 1 Maret 2017 dan akan jalan otomatis tiap 30 hari.

Pastikan ketiga script tersebut tidak diekseskusi secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Dahulukan script autobackup, baru kemudian script uploadbackup dan uploadrsc. Contoh konfigurasi nya silakan lihat gambar berikut :

Nah, sekarang tinggal konfig Router Mikrotik lainnya untuk auto backup ke FTP Server juga. Gak masalah capek konfig di awal, asal kedepanya gak capek tiap bulan ngumpulin file backup satu per satu :D.

Cara Menggunakan Tool IP Scan pada Mikrotik

February 20, 2017 Add Comment
Tool IP Scan pada Mikrotik berfungsi untuk melakukan scanning (pemindaian) perangkat jaringan yang berbasis IP pada Mikrotik. Tool IP Scan ini mampu melakukan scan pada network dengan berberapa cara, yakni dengan menggunakan IP Prefix, IP Range, maupun berdasarkan Interface nya. 

Contoh kasus, saya punya banyak perangkat yang terhubung ke jaringan, tapi saya gak tau perangkat mana saja yang online. Saya juga gak tau IP berapa saja yang masih online. Masa iya harus ping IP address nya satu per satu biar tau perangkat nya online apa tidak, capek deh..

Nah, untuk mengetahuinya, saya bisa gunakan Tool IP Scan untuk melakukan scan IP pada network. Hasilnya akan diketahui IP berapa saja yang online beserta perangkat nya (berdasarkan SNMP name dan Netbios name). 

Pusing ya? Langsung praktek aja yuk biar paham.

Tutorial Cara  Menggunakan Tool IP Scan pada Mikrotik via Winbox


1. Silakan login ke Mikrotik mengunakan Winbox Mikrotik

2. Masuk ke menu Tools --> IP Scan

3. Ada 2 opsi yang bisa kita gunakan untuk melakukan scan, yaitu berdasarkan Interface dan/atau IP address.

4. Berikut contoh penggunaan IP Scan dengan scanning via Interface ether1


5. Berikut contoh penggunaan IP Scan dengan scanning via IP address prefix : 172.19.1.0/26


6. Contoh Penggunaan IP Scan Mikrotik dengan scanning berdasarkan IP address range : 172.19.2.2-172.19.2.20


7. Contoh penggunaan Tool IP Scan Mikrotik dengan scanning berdasarkan gabungan interface dan IP address nya :


Gimana sudah paham? Gampang kan? Intinya kita bisa mencari tau perangkat apa saja yang terkoneksi di jaringan dan berapa IP Address nya dengan mudah, langsung dari tool Mikrotik. Tool IP Scan ini cukup berguna untuk traubleshooting jaringan dan mitigasi gangguan.

Cara Menggunakan Tool Fetch pada Mikrotik

February 16, 2017 Add Comment
Tool Fetch Mikrotik adalah salah satu tool pada console/terminal Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk menyalin (copy) file melalui protocol ftp, http, dan https. Tool Fetch ini bisa melakukan copy file dari perangkat lain ke Router Mikrotik (download) maupun copy file dari Router Mikrotik ke perangkat lain (upload). Jadi penggunaanya mirip seperti wget pada linux, dengan command yang berbeda.

Hingga versi RouterOS 6.38.1, tool fetch mikrotik masih belum ada menu fetch di GUI nya Winbox. Jadi untuk menggunakan tool fetch ini kita masih harus mengetikkan command pada terminal Mikrotik. Hal tersebut tidak jadi masalah, karena penggunaan command nya akan kita bahas satu per satu pada Tutorial Mikrotik kali ini hingga mudah untuk dipahami.

Tutorial Cara Menggunakan Tool Fetch pada Mikrotik

Walaupun tool fetch ini hanya berjalan pada console/terminal, namun saya sarankan untuk login menggunakan Winbox Mikrotik agar lebih mudah dalam penerapannya.

Buka Terminal Mikrotik. Disini akan saya berikan beberapa contoh penerapan tool fetch mikrotik.

1. Contoh penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder Public

Disini akan saya contohkan untuk download file mikrotikindo.rsc dari folder Public/Mikrotik pada FTP. Mengingat folder FTP yang digunakan adalah Public, sehinga kita tidak perlu memasukkan username dan password FTP pada command fetch mikrotik.

Berikut ini contoh command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP folder Public :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp dst-path=direktori.tujuan port=21 keep-result=yes

Silakan ganti tulisan yang ditandai kuning sesuai data Anda. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :



Pada gambar di atas, parameter status : finished, artinya file di ftp tersebut sudah berhasil di download ke Router Mikrotik. Kita bisa lihat file hasil download nya pada menu Files :



2. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk upload file dari Mikrotik ke FTP folder Public

Untuk melakukan upload file ke FTP folder Public, command nya sebagai berikut :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.router mode=ftp  port=21 upload=yes
Untuk lebih jelasnya bisa lihat contoh gambar berikut ini :


Setelah proses upload selesai yang ditandai dengan parameter status : finished, coba cek folder FTP nya apakah file yang di upload sudah berhasil masuk.


3. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder non Public

Contoh kali ini mirip seperti contoh nomor 1, bedanya folder/direktori FTP yang digunakan bukan folder publik namun folder lain yang perlu username dan password tertentu untuk download dan upload file nya. Contoh kali ini juga bisa diterakan pada FTP yang tidak ada folder public dan memang harus memasukkan username dan password untuk login nya.

Saya contohkan download file dari FTP pada direktori MikrotikIndo dengan nama file winbox.exe
Berikut ini contoh command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP dengan username & password :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp port=21 user=user.ftp password=password.ftp

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :

Hasil nya sebagai berikut : 


4. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk Download file dari Website

Pada Contoh kali ini ada 4 metode yang akan saya contohkan untuk download file dari website menggunakan Tool Fetch Mikrotik. Karena untuk melakukan fetch download dari website kita bisa menggunakan beberapa parameter yang berbeda, yaitu address, host, dan url. Selain itu juga akan saya contohkan download file dari website dengan enkripsi SSL/HTTPS.

4.1. Penggunaan Parameter Address pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Parameter address pada tool fetch Mikrotik dapat diisi dengan IP Address maupun domain website tertentu. Untuk dapat melakuan download dari website http, maka pada parameter mode diisi dengan mode=http. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http
 

4.2. Penggunaan Parameter Address dan Host pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Pada beberapa kasus, ada website yang tidak bisa di fetch dengan parameter address saja, karena lokasi website nya ada di host tertentu di dalam ip address website tersebut. Untuk mengatasinya, bisa tambahkan parameter host. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=rizkyagung.net host=rizkyagung.net src-path=winbox.exe dst-path= winbox.exe mode=http 

4.3. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Untuk penggunaan tool fetch pada 2 contoh sebelumnya saya rasa terlalu ribet ya. Agar lebih simple, kita bisa gunakan parameter url. Syaratnya kita harus tau url full path file yang mau di fetch. Contoh penggunaan nya sebagai berikut :

tool fetch url="http://rizkyagung.net/winbox.exe" mode=http
 

4.4. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (https)

Bagaimana jika website nya menggunakan enkripsi https? Tetap bisa kok, caranya dengan menggunakan mode=https. Contoh nya :

tool fetch url="https://download2.mikrotik.com/routeros/winbox/3.11/winbox.exe" mode=https


Cukup sekian dulu ya pembahasan tentang Tool Fetch Mikrotik nya. Pada artikel selanjutnya akan saya share penerapan Tool Fetch untuk melakukan backup & export konfigurasi Mikrotik scara otomatis ke FTP Server.

Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya

January 19, 2017 Add Comment
Mikrotik Bandwidth Test adalah salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk mengukur besarnya kapasitas bandwidth perangkat Mikrotik. Intinya Mikrotik Bandwidth Test ini berfungsi untuk test bandwidth di Mikrotik.

Bandwidth test mikrotik dapat digunakan untuk mengukur throughput ke router MikroTik lain (baik kabel atau nirkabel), sehingga dapat diketahui berapa besar kapasitas bandwidth antar perangkat Mikrotik tersebut.

Cara Kerja Bandwidth Test Mikrotik

Mikrotik Bandwidth Test akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client. Semua versi RouterOS Mikrotik bisa digunakan sebagai Bandwidth Test server maupun Bandwidth test client.

Selain dapat digunakan antar router Mikrotik, bandwidth test mikrotik ini juga bisa digunakan oleh PC/laptop untuk mengukur bandwidth ke mikrotik. Hal ini berguna ketika kita ingin mengetahui seberapa besar kapasitas bandwidth dari link yang digunakan dari client ke router Mikrotik.

Misalnya, digunakan pada jaringan RT/RW net untuk mengukur bandwidth dari pelanggan ke router Mikrotik menggunakan wifi, jadi kita tau apakah alokasi bandwidth yang sudah kita setting di mikrotik memang benar apa tidak. Jika hasil bandwidth test nya tidak sesuai dengan setingan, berarti perlu ada pengecekan lagi di setinggan atau ada masalah pada jaringan wireless nya.

Itu sedikit gambaran awal tentang Bandwidth Test Mikrotik. Selanjutnya akan kita bahas Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik. Bandwidth test mikrotik terdiri dari dua bagian, yaitu Bandwidth Test Server dan Bandwidth Test Client.

Bandwidth Test Server dan Client di Mikrotik

Bandwidth Test Server Mikrotik

Pada RouterOS Mikrotik, fitur Bandwidth test server ini dikenal dengan BTest Server. Kita bisa megakses menu nya dari Winbox pada menu Tools --> BTest Server, atau pada terminal di /tool btest server.


bandwidth test mikrotik


Settingan asli nya (default) menu BTest Server ini sudah aktif, dan bisa langsung digunakna. Jadi kita sudah tidak perlu lagi mengaktifkan fitur btest server nya kecuali sebelumnya sudah di non-aktifkan.

Kita juga bisa melakukan pengaturan sendiri pada Bandwidth Test Server Mikrotik tersebut. Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.

1. Enabled : digunakan untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.

2. Authenticate : Sebagai pengatur pemberian autentikasi untuk Bandwidth test client.

- Authenticate:yes (check), untuk bisa melakukan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang digunakan untuk melakukan remote config Router Btest Server.

- Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu memasukkan username dan password untuk melakukan bandwidth test.

3. Max session : digunakan untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan.

Bandwidth Test Client Mikrotik

Untuk melakukan bandwidth test ke mikroik lain, disediakan tool Bandwidth Test Client pada Mikrotik. Kita bisa mengaksesnya pada menu Tools --> Bandwidth Test atau command pada terminal /tool bandwidth test



bandwidth test mikrotik winbox

Pada bandwidth test client mikrotik ini ada beberapa parameter yang bisa kita atur dalam melakukan test bandwidth mikrotik.

1. Test To : digunakan untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.

2. Protocol : protocol yang akan digunakan dalam bandwidth test pada parameter protocol (tcp/udp)

3. Direction : digunakan untuk menentukan arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan digenerate :
- Upload (send)
- Download (receive)
- Upload dan download (both)

4. Local Tx Speed dan Remote Tx Speed : digunakan untuk menentukan kecepatan transfer saat bandwidth test. Satuan bps (bit per second).

5. Username dan password : Sesuaikan dengan pengaturan Router BTest Server. Jika pada Router Btest server parameter authenticate:yes maka masukkan username dan password yg digunakan untuk remote Router Mikrotik.

Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik

Untuk dapat menggunakan bandwidth test mikrotik, pastikan Mikrotik yang dijadikan sebagai btest server dan client nya sudah bisa berkomunikasi menggunakan ip address. Coba test ping dulu antar mikrotik nya, pastikan sudah bisa. Selanjutnya kita coba bandwidth test antar perangkat mikrotik.

bandwidth test mikrotik windows

Isikan parameter Test to dengan IP Address Btest Server, Pilih tipe protocol dan direction nya. Jangan lupa isikan username dan password Router Mikrotik lawan (BTest Server). Parameter Local Tx Speed dan Remote Tx Speed bisa diisi dengan berapa besar traffic yang akan digenerate untuk mengukur kapasitas Bandwidth nya. 

Jika paremeter ini tidak diisi, maka bandwidth test akan generate traffic dengan kecepatan maksimal sesuai dengan nilai local dan Remote Tx speed link nya.

Sedangkan jika nilai keduanya tidak ditentukan maka router akan mencoba men-generate traffic sampai batas kemampuan perangkat atau maksimal traffic yang bisa dilewatkan pada link tersebut.

Berikut beberapa contoh hasil bandwidth test antar router Mikrotik dengan link 1000 Mbps (1Gbps)

bandwidth test mikrotik ip


Yang perlu diperhatikan pada penggunaan Bandwidth Test Mikrotik ini adalah bandwidth test ini memakan banyak resource, terutama resource CPU. 

mikrotik bandwidth test cpu 100

Menurut Wiki Mikrotik, Bandwidth test mikrotik ini menggunakan hanya satu core CPU, dan hasil test nya akan mencapai maksimal kalau resource CPU nya sudah mencapai 100%. Bisa dilihat pada gambar di atas, saya coba tes Router Mikrotik RB1100 via link 1Gbps. Hasil tes bandwidth nya hanya mencapai 818,7 Mbps, tidak sampai maksimal karena CPU load nya sudah mentok 100%.

bandwidth test mikrotik server

Contoh lain saya coba pada Mikrotik CRS125-24-1S dengan link 1Gbps juga sama, namun pada gambar di atas CPU usage nya tidak sampai maksimal hanya mencapai 69%, tapi kenapa hasil test nya tidak sampai maksimal 1 Gbps?

mikrotik bandwidth test cpu 100%

Jawabannya karena router lawan resource CPU nya sudah mentok di 100%. Jadi hasil bandwidth test nya tidak maksimal. Perlu diingat bahwa tidak semua tipe Mikrotik mampu menghandle traffic generate 1Gbps, jadi perlu dicek juga resource CPU mikrotiknya ketika kita coba bandwidth test.

bandwidth test di mikrotik

Oleh karena itu, disarankan agar tidak melakukan beberapa bandwidth test ke satu mikrotik bersamaan. Untuk membatasi berapa banyak session yang bisa digunakan untuk bandwidth test dalam waktu bersamaan kita bisa memanfaatkan parameter Max Session. Jika kita set max session=2 maka jumlah sesi/koneksi bandwidth test yang bisa berjalan bersamaan hanya 2 koneksi.

Bandwidth Test Mikrotik dari Client (PC/Laptop)

Selain bandwidth test antar perangkat Mikrotik, kita juga bisa melakukan bandwidth test langsung dari PC/laptop menggunakan aplikasi btest.exe yang bisa diunduh di laman download mikrotik.com. Silakan download aplikasi btest.exe dulu, buka aplikasinya dan isikan parameter yang sama seperti ketika test antar router. 

Contohnya, saya coba bandwidth test dari laptop ke Mikrotik RB 951UI-2HnD via link Wireless N 150 Mbps. Hasil test nya sebagai berikut :

mikrotik wireless bandwidth test

Anda bisa coba cek bandwidth Mikrotik dengan skenario Anda sendiri. Bisa dicoba antar Mikrotik, atau jika mikroitk nya hanya ada satu, anda bisa gunakan PC/Laptop untuk melakukan bandwidth test ini.

Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll

July 27, 2016 Add Comment
Bagaimana cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux? Pertanyaan itu mungkin pernah mencuat di benak anda pengguna open surce terutama Linux. Seperti yang kita tau winbox adalah aplikasi yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi pada sistem operasi jaringan RouterOS Mikrotik dimana aplikasi Winbox ini berjalan pada OS Windows. Terus gimana caranya biar winbox bisa berjalan di Linux? Nah, kali ini kita akan membahas pertanyaan tersebut.

Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu
Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint
Winbox Mikrotik dapat dijalankan pada sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Linux Mint, Debian, dan distro linux lainnya. Cara menjalankan winbox Mikrotik di Ubuntu dan Linux Mint cukup mudah. Caranya sama saja, yaitu dengan menggunakan aplikasi Windows Emulator atau sering disebut wine. Dengan menggunakan wine kita dapat menjalankan aplikasi windows di Linux. 

Instalasi Wine

Silakan install wine dulu pada linux anda masing-masing. Anda dapat melihat cara install wine disini. Berikut ini saya pandu untuk instalasi Wine pada Linux Mint dan Ubuntu. Dalam hal ini saya menggunakan Linux Mint 18,1 codename "Serena".

1. Buka Terminal.
2. Tambahkan repository wine melalui perintah berikut :
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
3. Update repository
sudo apt-get update
4. Download dan Install Wine
sudo apt-get install wine
5. Silakan tunggu hingga proses instalasi selesai. Proses ini agak lama, tergantung koneksi internet anda, karena akan beberapa kali download installer.

Download Winbox

Setelah Wine selesai diinstall, silakan download winbox mikrotik untuk linux terbaru dari Mikrotik. Caranya buka web browser, masuk ke web nya mikrotik dan cari link download winbox nya, sama seperti yang sudah saya tuliskan disini : Download Winbox Mikrotik versi Terbaru

Nah, hasil download nya berupa file winbox.exe ada di dalam folder Downloads. Silakan buka File Manager, masuk ke folder Downloads. Buka file winbox.exe dengan cara klik 2x.

Cara Download Winbox di Linux
Download Winbox Mikrotik di Linux

Jika Aplikasi Wine sudah berhasil terinstall dengan baik sebelumnya, maka ketika file winbox.exe dibuka akan muncul jendela Winbox Mikrotik.

Cara Remote Mikrotik di Linux Menggunakan Winbox
Remote Mikrotik di Linux Menggunakan Winbox

Mikrotik Winbox loader akan muncul seperti paga gambar di atas. Tinggal isikan IP address, dan login detail nya dan klik connect. Tampilan Winbox pada Linux nya seperti pada gambar berikut ini :

Remote Mikrotik Winbox di Linux Mint
Winbox Mikrotik berjalan di Linux Mint

Winbox Mikrotik saya jalankan pada Linux Mint 18.1 dapat bekerja dengan baik dan berjalan lancar. Silakan anda coba menggunakan Winbox Mikrotik pada Linux anda masing-masing.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *