Showing posts with label Virtual. Show all posts
Showing posts with label Virtual. Show all posts

Panduan Cara Install Windows XP di VPS Vultr

June 09, 2017 Add Comment
Berikut ini adalah Tutorial Cara Install Windows XP di VPS Vultr dengan menggunakan Custom ISO Win XP Pro yang sudah dibuat khusus untuk bisa dijalankan di VPS Vultr. Dengan menggunakan VPS Vultr untuk menginstall Windows XP ini, kita nantinya bisa melakukan RDP (Remote Desktop Protocol) Windows XP di Vultr dengan mudah dan murah.

Seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel sebelumnya tentang Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr, bahwa Vultr ini merupakan vendor VPS yang menawarkan harga paket VPS yang murah. Dengan $5 kita sudah bisa menyewa VPS dengan spesifikasi 1 GB RAM, 25 GB SSD, 1 Core CPU, dan Bandwidth 1 TB. 

Kenapa Menggunakan Windows XP?

Saya menggunakan windows xp daripada versi Windows lain yang lebih baru karena Win XP ini irit dalam penggunaan RAM. Jika dibandingkan dengan versi windows lain, terutama windows server, maka konsumsi RAM windows xp lebih hemat. Hal ini sangat membantuk bagi kita yang akan menggunakan banyak aplikasi di dalam RDP windows XP di VPS Vultr ini.

Bagaimana Cara Install Windows XP di VPS Vultr?

Caranya sangat mudah, Namun sebelumnya teman-teman harus punya akun vultr nya dulu ya, silakan daftar vultr disini.

Setelah dafter silakan ikuti Tutorial Video Cara Install Windows XP di VPS Vultr disini :

Panduan Install Windows XP di VPS Vultr

Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr

June 08, 2017 Add Comment
Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS) sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya tentang Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS). Terus apa bedanya dengan tutorial kali ini? Bedanya adalah pada vendor VPS nya. Pada artikel sebelumnya saya menggunakan vendor VPS Digital Ocean (DO), nah kali ini saya coba gunakan vendor VPS lain yang sedang populer yaitu Vultr.

Kenapa Vultr jadi lebih populer dari Digital Ocean? Hal ini karena lagi-lagi soal duit. Ya, harga sewa VPS di Vultr lebih murah daripada di Install Mikrotik di VPS Digital Ocean walaupun dengan spek yang sama. Dengan spesifikasi yang hampir sama, $5 di Digital Ocean cuma $2,5 di Vultr. Begitu juga dengan yang harga $10 di DO, $5 di Vultr. Lebih hemat biaya kan. Saya juga sudah mulai migrasikan server saya di DO ke Vultr supaya lebih irit :D

Install Mikrotik di VPS Vultr

Sebenarnya untuk proses install mikrotik di VPS vultr dan DO hampir mirip sih. Cuma ada beberapa hal yang perlu dikonfigurasi ulang karena perbedaan setingan server nya.

Nah, bagi teman-teman yang ingin nyoba pakai VPS Vultr untuk install mikrotik, kali ini saya sudah buatkan Tutorial Video tentang Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr. Namun sebelumnya, teman-teman harus punya akun vultr nya dulu ya, silakan daftar vultr disini.

Selengkapnya silakan lihat Video Tutorial Cara Install Mikrotik CHR di VPS Vultr berikut :

Tutorial Install Mikrotik VPS Vultr

Silakan diikuti Tutorial Cara Install Mikrotik di VPS Vultr ini. Jika ada kendala atau ada yang ingin ditanyakan, silakan tanyakan di kolom komentar.

Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

March 05, 2017 Add Comment
Virtual Private Server (VPS) adalah suatu Server yang dibagi menjadi beberapa Virtual Machines (VM) dimana setiap VM merupakan Virtual Server yang dapat di install sistem operasi tersendiri. 

Misalnya seperti PC/Laptop kita yang diinstal VMWare atau VirtualBox untuk menjalankan OS tertentu. Disini tentunya kita bisa membuat beberapa VM untuk menjalankan OS yang kita inginkan.

Nah, VPS yang dimaksud adalah VPS cloud yang sudah terhubung ke jaringan internet. Untuk menggunakannya kita bisa menyewa VPS yang disediakan oleh berbagai vendor hosting server. Disini saya menggunakan VPS dari Digital Ocean dengan menyewa Virtual Server di Singapore.

Untuk apa install Mikrotik di VPS? Ada beberapa kegunaan mikrotik yang bisa kita manfaatkan karena Mikrotik nya akan mempunyai IP Publik, misalnya digunakan sebagai VPN Server, Proxy Server, atau hanya sekedar untuk ngelab saja. Jadi ini merupakan salah satu cara mendapatkan IP Publik pada Mikrotik :D.

Oke, langsung saja kita simak Tutorial Mikrotik berikut :

Tutorial Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

1. Silakan Login atau Daftar dulu ke Digital Ocean disini
Setelah daftar dari link tersebut, Anda akan mendapatkan credit Gratis $10, yang nantinya bisa digunakan untuk menyewa VPS nya. Lumayan kan dapet gratisan, hehe

2. Setelah login ke DO, buat Droplet baru --> Klik Create Droplet


2. Pilih Image Ubuntu 16.04 x64. Kenapa tidak langsung pakai image Mikrotik saja? DO tidak mengijinkan kita untuk install Image selain yang disediakan olehnya. Jadi kita pakai Ubuntu saja untuk nantinya kita install Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR).


3. Pilih Size (ukuran) dari VPS nya. Pilih yang paling murah saja yang $5/bulan. Bisa pakai 2 bulan GRATIS dengan free credit $10 tadi.

4. Pilih Datacenter dari VPS yang akan digunakan. Silakan pilih yang terdekat saja supaya ping nya bagus dan hop nya gak terlalu panjang. Disini saya contohkan pakai Server di Singapore.


5. Isikan hostname dari VPS Anda. Terserah mau dikasih nama apa. Default aja juga gak masalah. Kemudian Klik Create.

6. Tunggu beberapa saat hingga proses pembuatan VPS nya selesai. Jika sudah selesai maka akan muncul tulisan You're Awesome! pada kolom Created di menu Droplets. Silakan akses ke console VPS nya melalui menu More --> Access Console.

7. Selain itu kita juga akan menerima email dari DO tentang detail server tersebut.


8. Karena penggunaan Console DO nya agak susah, saya sarankan untuk remote console VPS nya via SSH PuTTY. Silakan download aplikasi PuTTY dan buka aplikasinya.
Pada kolom Hostname (or IP address) masukkan IP adress VPS nya --> Port 22 --> Klik Open.


9. Login dengan user : root dan password yang ada di email tadi. Kemudian kita akan diminta untuk mengganti password default nya. Silakan ganti passwordnya sesuai keinginan Anda.


10. Setelah ganti password, kita mulai membuat Ubuntu nya menjadi Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR). Silakan copy dan paste code berikut ke PuTTY :

wget https://download2.mikrotik.com/routeros/6.38.3/chr-6.38.3.img.zip -O chr.img.zip  && \
gunzip -c chr.img.zip > chr.img  && \
mount -o loop,offset=33554944 chr.img /mnt && \
ADDRESS=`ip addr show eth0 | grep global | cut -d' ' -f 6 | head -n 1` && \
GATEWAY=`ip route list | grep default | cut -d' ' -f 3` && \
echo "/ip address add address=$ADDRESS interface=[/interface ethernet find where name=ether1]
/ip route add gateway=$GATEWAY
 " > /mnt/rw/autorun.scr && \
umount /mnt && \
echo u > /proc/sysrq-trigger && \
dd if=chr.img bs=1024 of=/dev/vda

Cara Paste di PuTTY dengan klik kanan --> kemudian tekan Enter.
Tunggu hingga proses download image Mikrotik CHR nya selesai. Setelah selesai script nya akan menjalankan proses mounting dan instalasi CHR nya.


11. Jika sudah selesai, masuk ke akun Digital Ocean nya lagi --> Matikan VM nya.



12. Nyalakan kembali VM nya dengan menekan tombol Switch On.


13. Sekarang kita coba remote lagi VPS nya via console SSH pada PuTTY. 
Login nya pakai user : admin, passwordnya kosong (tanpa password).
Tadaa!! Ubuntu nya sudah berubah menjadi Mikrotik :D


14. Nah, Mikrotik nya sudah selesai diinstall nih. Kita juga bisa remote Mikrotik nya via Winbox. Tinggal buka Winbox Mikrotik nya Connect to masukkan IP Address VPS nya --> Masukkan User dan Password nya.


Selesai sudah, kita sudah berhasil menginstall Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) di Virtual Private Server (VPS) Digital Ocean. Selanjutnya silakan mau dibuat apa Mikrotik nya. Yang perlu diperhatikan adalah, karena Mikrotik CHR ini yang versi gratisan, maka pada interface eth nya hanya support bandwidth 1 Mbps saja.

Tutorial Cara Share Koneksi Wireless di Mikrotik yang Hanya Punya 1 Interface Wireless

February 23, 2017 Add Comment
Di suatu saat Anda ingin membagikan koneksi internet yang Anda dapat dari interface wireless di Mikrotik Routerboard anda sedangkan routerboard anda hanya mempunyai 1 interface wireless. Dimana interface wireless anda tersebut dijadikan sebagai penerima koneksi Internet (Station) yang tidak memungkinkan Anda menyebarkan koneksi internet tersebut lewat interface wireless ini pula. Disaat seperti ini Anda dapat memanfaatkan interface Vitual Access Point Mikrotik yang biasa disebut (VAP). Dengan adanya interface VAP ini anda dapat menambah interface wireless dengan menginduk ke interface master yaitu wlan 1. Yang nantinya interface VAP inilah yang akan menyebarkan koneksi internet lewat Wireless pula. Dibawah ini adalah tutorial cara setingnya...

Buka Winbox Mikrotik lalu masuk ke interface wireless dan setting wireless menjadi mode station ubah security profile yang nantinya sebagai authentikasi keamanan lalu lakukan scan ke target access point yang akan menjadi sumber koneksi internet.



Ingat seperti pada gambar diatas mode harus station dan masukan security profile sebagai authentikasi keamanan. Jika sumber wifi yang akan dikoneksikan tidak menggunakan autentikasi (Open) maka tidak perlu digunakan security profile. Lalu lakukanlah scan.


Jika sudah klik tombol Apply dan Ok.! ;), sampai interface wireless menjadi (R)


R adalah tanda bahwa sudah terkoneksi dengan si target AP. Selanjunya kita akan meminta ip dhcp client dari target ap. Dengan mengunakan DHCP CLIENT. IP> DHCP CLIENT> ADD


Klik Apply --> OK. tungu sampai Bound..

Lalu konfigurasikan NAT (Network address translation) yang berguna untuk membungkus ip private ke dalam ip publik untuk alasan keamanan. Masuk menu IP --> FIREWALL --> NAT --> ADD


Setting Chain: srcnat dan Out Interface: Wlan1


Lalu pindah ke tab Action dan pilih actionnya: Masquirade


Kenapa actionnya masquirade karena Masquirade adalah action untuk konfigurasi NAT OK.! lalu Apply dan OK.

Baru setelah konfigurasi di atas kita bisa langsung konfigurasi VAP (Virtual Access Point).

Masuk ke interface Wireless lagi tambah interface Virtual.


Lalu setting Mode: AP Bridge dan Master Interface: Wlan 1 dan masukan security profilenya sebagai authentikasi pemasukan kedalam Access Point anda dan jangan lupa SSID nya OK..


Selesai sudah kita membuat Virtual Access Point. Tes pengujiannya jika sudah berhasil akan muncul SSID wireless kita pada tampilan Wifi di laptop atau perangkat lainnya dengan hasil Connected atau terdapat koneksi internet. Seperti pada gambar dibawah





Setelah ini anda bisa menyebarkan koneksi internet yang didapat dari wireless anda dan anda sebarkan pula lewat wireless.. OK Selamat Mencoba
by Arief Sofyan, SMK Madinatulquran.

Mengenal Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik

January 23, 2017 Add Comment
Virtual Private Network (VPN) adalah suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan koneksi Internet (Jaringan Publik/WAN) dan menggunakan protokol yang terenkripsi sehingga lebih aman. VPN merupakan salah satu solusi jitu untuk menghubungkan beberapa lokasi yang berjauhan dengan mudah memanfaatkan koneksi Internet masing-masing lokasi. 

Contoh penerapannya adalah ketika Anda mengelola jaringan untuk beberapa kantor di lokasi yang berbeda dan berjauhan satu sama lainnya. Untuk menghubungkan keselruhan kantor tersebut menggunakan link fisik tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Nah, dengan menggunakan VPN kita bisa membangun sebuah link antar kantor dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah ada. Link yang terbentuk dilengkap dengan enkripsi sehingga meminimalisir kemungkinan data akan diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Mengenal Jenis-jenis VPN dan penerapannya di Mikrotik
Menu Pada RouterOS Mikrotik untuk Mengaktifkan VPN di Mikrotik

VPN pada Mikrotik support beberapa metode, seperti : PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Dengan adanya beberapa opsi ini, kita perlu memilih tipe VPN yang cocok untuk jaringan kita. Secara umum semua type tersebut memiliki fungsi yg sama. Yang membedakan adalah autentikasi dan enkripsi yg digunakan. 

Pembahasan pengertian VPN, cara kerja VPN, Kelebihan dan kekurangan VPN sudah pernah saya bahas disini : Apa itu VPN? Mengenal Prinsip & Cara Kerja VPN 

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas satu per satu Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik :

PPTP (Point to Point Tunnel Protocol) 

PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi. Selain itu juga fleksibel. Mayoritas operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya. Pada setting PPTP, kita bisa menentukan network security protocol yang digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, seperti pap, chap, mschap dan mschap2. Kemudian setelah tunnel terbentuk, data yang ditransmisikan akan dienkripsi menggunakan Microsoft Point-to-Point Encryption (MPPE). Proses enskripsi biasanya akan membuat ukuran header paket yang ditransmisikan akan bertambah. Jika kita monitoring, traffic yang melewati tunnel PPTP akan mengalami overhead ± 7%.

L2TP (Layer 2 Tunnel Protocol)

L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701. Biasanya untuk keamaanan yang lebih baik, L2TP dikombinasikan dengan IPSec, menjadi L2TP/IPSec. Contohnya untuk Operating system Windows, secara default OS Windows menggunakan L2TP/IPSec. Akan tetapi, konsekuensinya tentu saja konfigurasi yang harus dilakukan tidak se-simple PPTP. Sisi client pun harus sudah support IPSec ketika menerapkan L2TP/IPSec. Dari segi enkripsi, tentu enkripsi pada L2TP/IPSec memiliki tingkat sekuritas lebih tinggi daripada PPTP yg menggunakan MPPE. Traffic yang melewati tunnel L2TP akan mengalami overhead ± 12%.

SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)

Untuk membangun VPN dengan metode SSTP diperlukan sertifikat SSL di masing-masing perangkat, kecuali keduanya menggunakan RouterOS. Komunikasi SSTP menggunakan TCP port 443 (SSL), sama hal nya seperti website yang secure (https). Anda harus memastikan clock sudah sesuai dengan waktu real jika menggunakan certificate. Manyamakan waktu router dengan real time bisa dengan fitur NTP Client. Sayangnya belum semua OS Support VPN dengan metode SSTP. Traffic yang melewati tunnel SSTP akan mengalami overhead ± 12%.

OpenVPN

VPN ini Biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yg tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN bisa dibangun hampir pada semua Operating System dengan bantuan aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.

Kesimpulan

Perlu diketahui, semakin Anda menginginkan sebuah jaringan yang aman, maka akan semakin kompleks konfigurasi yang perlu diterapkan. Begitu pula dengan pemakaian resource hardware, semakin tinggi enkripsi yang dipakai, pemakaian resource, khususnya cpu juga akan naik.

Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan VPN dengan kompatibilitas dan dukungan alat client yg bagus, maka PPTP dapat jadi pilihan. Selain itu kompatbilitas nya yang tinggi, PPTP VPN juga lebih mudah dalam konfigurasi Mikrotik nya. Tetapi jika Anda menginginkan sebuah VPN dengan tingkat keamanan yang lebih baik, maka L2TP/IPSec atau OpenVPN lah solusi nya.

Pada kebanyakan OS Windows, secara default memakai L2TP/IPSec, sehingga tinggal diseusuaikan pada sisi server. Jika memang alat anda support dan anda menginginkan keamanan yg tinggi pada jalur VPN Anda, L2TP/IPSec dapat jadi pilihan tepat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pemakaian VPN tidak akan menambah Bandwidth Anda, justru malah bisa mengecilkan bandwidth anda karena ada penambahan pada headernya, tergantung dari besar bandwidth langganan Anda.

Demikianlah beberapa Penjelasan Jenis dan Tipe VPN pada Mikrotik. Semoga bermanfaat :)

Referensi :
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=61

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *