Menggabungkan RB Mikrotik dan AP Cisco

February 13, 2017 Add Comment
Selamat malam Mikrotikers!

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai
bagaimana cara meng-combine Router sejuta umat yaitu Mikrotik dengan
access point dari Vendor Cisco yang bernama Aironet hmmmmm.....
Baru pertama kali megang kek gini ^_^

okay langsung saja kita akan menjelaskan sedikit mengenai Access Point (AP) Aironet dari Cisco tersebut

Perkenalan dengan Cisco Access-Point Aironet
Didalam Cisco Aironet ada 2 mode untuk pengoperasionalnya, yaitu

1. Leighweight Access Point (LAP), didalam LAP untuk pengoperasionalnya menggunakan Controller untuk sentralisasi manajemen AP yang di sebut dengan WLC
2. Autonomous Access Point (AAP) atau terkadang sih disebut dengan istilah "Standalone"  ^_^, didalam AAP tidak dibutuhkan Controller, jadi tiap AP memiliki manajemen masing-masing

Untuk  menjadikan Access Point menjadi AAP kita membutuhkan IOS khusus yang mendukung AP tersebut.
karena pada AP Aironet terdapat 2 mode operasional sebagaimana yang telah saya paparkan sebelumnya,

1. IOS yang mendukung LAP di penamaan IOS ada kode W8
2. IOS yang mendukung AAP di penamaan IOS ada kode W7

Untuk lebih detailnya silahkan merujuk ke Link Ini


Untuk topology yang akan kita pratikkan kali ini yaitu Mode Operasional AAP dan bentuk dari topologynya sebagai berikut :



Langkah yang dilakukan pada Mikrotik GW
1. Disini saya menggunakan RB CCR1016-12G, Saya asumsikan bahwa Router GW telah terhubung ke Internet.


2. Membuat DHCP Server




Langkah yang dilakukan pada Cisco Aironet
1. Saya asumsikan AP Aironet telah menjadi standalone
    Config awal menggunakan Console untuk memberikan IP Address pada AP tersebut.
    Biasanya password default dari Aironet tersebut adalaha "Cisco"
 

   Pada Show version dapat dilihat bahwa IOS yang kami gunakan adalah versi /ap3g1-k9w7-        xx.153-3.JAB

- Menambahkan IP Address, dan pastikan statusnya UP   

- Selanjutnya kita akan melakukan Configurasi melalu Web base dengan menggunakan IP Address 192.168.0.253 yang telah di tambahkan pada AP tersebut.



Username : (Kosong)
Password : Cisco
Setelah Login

- Easy Setup   >  Network Configuration
- Tambahkan Default Gateway > Apply

- Disini saya menggunakan Cisco Aironet seri AIR-CAP3502E-C-K9 dual Band, oleh sebab itu saya akan meng aktifkan ke dua wireless tersebut

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel2ghz

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel5ghz

Seharusnya Kedua SSID yang telah kita tambahkan terdapat pada list tersebut


- Selanjutnya kembali ke tab Home > Radio0-802.11N 2.4Ghz > Setting > enable > apply

- Lakukan hal yang sama terhadap "Radio0-802.11N 5Ghz"



Note  : Jika pada saat apply tidak mendapat respone dari AP
            Lakukan proses Reboot atau Logout
            Setelah itu Login kembali 


- Pastikan semua berwarna hijau yang artinya AP 2Ghz dan 5Ghz telah aktif



- Untuk mengetahui apakah AP yang telah kita buat berhasil, saya sendiri telah menyediakan jenis Antena external yang mendukung dual band.


Terdapat dua SSID dengan dua Freq. yang berbeda


Menggunakan freq. 2Ghz


Menggunakan freq. 5Ghz


- Okay sekian dari saya

Thanks a lot. ^_^

"Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya - Ali bin Abi Thalib"



Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya

Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya

February 09, 2017 Add Comment
IP Pool Mikrotik adalah salah satu fitur pada Mikrotik yang berfungsi untuk menentukan range (rentang) IP Address yang dapat digunakan pada DHCP Server maupun koneksi point-to-point (ppp). IP Pool mengelompokkan IP Address untuk keperluan lanjutan, seperti pemberian IP Address kepada client.

Kita bisa mengakses fitur IP Pool Mikrotik ini pada menu IP --> Pool pada Winbox, seperti pada gambar berikut ini :



Berikut adalah penjelasan dari Parameter IP Pool Mikrotik :

  • Name : Nama dari IP Address Pool 
  • Addresses : Rentang (range) IP Address yang ingin digunakan, dengan format penulisan sebagai berikut, misal : 192.168.1.10-192.168.1.100.
  • Next Pool : Ketika IP Address yang di alokasikan pada IP Pool sudah habis, maka fitur Next Pool ini bisa jadi solusi dengan memberikan IP Address pada IP Pool lain nya, dengan syarat fitur Next Pool ini diaktifkan.
Contoh Penggunaan Fitur Next Pool :


Kita bisa melihat IP berapa saja yang sudah digunakan oleh client dengan masuk ke Tab Used Addresses.
 
IP Pool Mikrotik sering digunakan pada DHCP Server untuk memebrikan IP Address secara otomatis pada Client baik via jaringan LAN maupun Wireless LAN. Selain itu juga bisa digunakan pada Hotspot Mikrotik Server untuk memeberikan IP ke Hotspot Client. Begitu juga pada VPN Server seperti pada PPTP VPN Server Mikrotik.

Demikianlah pembahasan Tutorial Mikrotik tentang Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya. Semoga bermanfaat.

Cara Membuat PPTP VPN Server Mikrotik

February 09, 2017 Add Comment
Point to Point Tunneling Protocol Virtual Private Network (PPTP VPN) adalah salah satu jenis VPN yang paling mudah dalam konfigurasi nya. PPTP VPN merupakan  jenis VPN yang fleksibel karena sebagian besar operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Untuk lebih mengenal tentang VPN dan jenis-jenis VPN silakan baca artikel mikrotik sebelumnya :

PPTP VPN juga bisa digunakan pada Mikrotik. Fitur PPTP VPN pada Mikrotik bisa digunakan sebagai PPTP VPN Server maupun Client, dengan konfigurasi yang cukup mudah. PPTP VPN bisa digunakan baik untuk koneksi yang melewati Jaringan Internet (IP Publik) maupun Jaringan Intranet (IP Private). Namun penerapan PPTP VPN lebih banyak digunakan pada jaringan internet untuk menghubungkan beberapa node berbeda yang berjauhan lokasi nya.

Oke langsung saja kita mulai Tutorial Mikrotik nya. Mari simak bersama pembahasan berikut ini :

Cara Setting PPTP VPN Server Mikrotik

1. Langkah pertama yaitu pastikan paket instalasi PPP sudah ter-install dan aktif. Cek di menu System --> Package.

2. Aktifkan fitur PPTP VPN Server Mikrotik. Masuk ke menu PPP --> Pada Tab Interface --> Klik PPTP Server --> Centang kotak Enabled --> OK


3. Selanjutnya kita buat User PPTP VPN nya. Masuk ke tab Secret --> Klik Tombol + --> Isikan Data Sebegai Berikut :
  • Name : Username PPTP VPN nya
  • Password : Password PPTP VPN nya
  • Service : Pilih service yang digunakan, bisa pilih pptp atau pilih any saja.
  • Profile : Pilih profile yang akan digunakan, pilih default-encryption saja.
  • Local Address : IP Address yang akan digunakan oleh PPTP VPN Server
  • Remote Address : IP Address yang akan diberikan kepada PPTP VPN Client
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :


Sampai disini setting PPTP VPN Server nya sudah selesai. Sekarang kita tinggal setting untuk PPTP VPN Client nya.

Cara Setting PPTP VPN Client Mikrotik 

Untuk Setting PPTP VPN Client pada Mikrotik sudah pernah saya bahas disini :

Cara Setting PPTP VPN Client Windows 10

Setting PPTP VPN Client pada Windows 10 cukup mudah. Caranya sebagai berikut :
1. Klik tombol notification yang ada di pojok kanan bawah pada taskbar --> Klik menu VPN

Atau bisa dengan klik menu Search di kiri bawah pada taskbar, ketikkan VPN --> pilih Change Virtual Private Network (VPN).

2. Tambahkan VPN Baru dengan klik pada menu Add a VPN Connection


3. Kemudian Isikan Data VPN Server yang sudah kita buat sebelumnya :
  • VPN Provider  : Pilih Windows (built-in)
  • Connection Name : Beri nama koneksi VPN nya
  • Server name or address : Alamat domain atau IP dari PPTP VPN Server nya
  • VPN Type : Bisa pilih Automatic atau langsung pilih PPTP
  • Type of sign-in info : pilih User name and Password
  • User name : masukkan username yang sudah dibuat pada PPTP VPN Server
  • Password : masukkan password PPTP VPN nya
  • Centang Remember my sign-in info
  • Klik Save
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :


4. Coba koneksikan PPTP VPN baru nya. Klik pada nama PPTP VPN Baru --> Klik Connect


5. Jika konfigurasi nya sudah benar, maka setelah di klik connect akan muncul status Connected seperti pada gambar berikut ini :


6. Jika sudah sukses, kita bisa cek detail koneksi nya di menu Network and Sharing Center. IP yang didapatkan oleh Client sudah benar seperti setingan Remote Address pada PPTP VPN Server sebelumnya.



7. Sekarang coba ping via cmd atau akes IP Local Address nya via browser. Jika ping sudah reply atau muncul halaman login mikrotik nya pada web browser berarti koneksi ke PPTP VPN Server sudah berhasil.


8. Coba cek daftar client yang konek ke PPTP VPN Server nya pada menu PPP --> Interface. Banyaknya client yang konek akan muncul di list tersebut.


Jika ingin menambahkan user VPN nya, silakan buat lagi user di menu Secret dengan Remote Address yang berbeda. Jika ingin membuat satu user bisa digunakan untuk banyak client, kita bisa gunakan fitur IP Pool pada remote address nya. Cara nya akan saya share di lain kesempatan.

Mengenal Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik

January 23, 2017 Add Comment
Virtual Private Network (VPN) adalah suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan koneksi Internet (Jaringan Publik/WAN) dan menggunakan protokol yang terenkripsi sehingga lebih aman. VPN merupakan salah satu solusi jitu untuk menghubungkan beberapa lokasi yang berjauhan dengan mudah memanfaatkan koneksi Internet masing-masing lokasi. 

Contoh penerapannya adalah ketika Anda mengelola jaringan untuk beberapa kantor di lokasi yang berbeda dan berjauhan satu sama lainnya. Untuk menghubungkan keselruhan kantor tersebut menggunakan link fisik tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Nah, dengan menggunakan VPN kita bisa membangun sebuah link antar kantor dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah ada. Link yang terbentuk dilengkap dengan enkripsi sehingga meminimalisir kemungkinan data akan diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Mengenal Jenis-jenis VPN dan penerapannya di Mikrotik
Menu Pada RouterOS Mikrotik untuk Mengaktifkan VPN di Mikrotik

VPN pada Mikrotik support beberapa metode, seperti : PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Dengan adanya beberapa opsi ini, kita perlu memilih tipe VPN yang cocok untuk jaringan kita. Secara umum semua type tersebut memiliki fungsi yg sama. Yang membedakan adalah autentikasi dan enkripsi yg digunakan. 

Pembahasan pengertian VPN, cara kerja VPN, Kelebihan dan kekurangan VPN sudah pernah saya bahas disini : Apa itu VPN? Mengenal Prinsip & Cara Kerja VPN 

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas satu per satu Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik :

PPTP (Point to Point Tunnel Protocol) 

PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi. Selain itu juga fleksibel. Mayoritas operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya. Pada setting PPTP, kita bisa menentukan network security protocol yang digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, seperti pap, chap, mschap dan mschap2. Kemudian setelah tunnel terbentuk, data yang ditransmisikan akan dienkripsi menggunakan Microsoft Point-to-Point Encryption (MPPE). Proses enskripsi biasanya akan membuat ukuran header paket yang ditransmisikan akan bertambah. Jika kita monitoring, traffic yang melewati tunnel PPTP akan mengalami overhead ± 7%.

L2TP (Layer 2 Tunnel Protocol)

L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701. Biasanya untuk keamaanan yang lebih baik, L2TP dikombinasikan dengan IPSec, menjadi L2TP/IPSec. Contohnya untuk Operating system Windows, secara default OS Windows menggunakan L2TP/IPSec. Akan tetapi, konsekuensinya tentu saja konfigurasi yang harus dilakukan tidak se-simple PPTP. Sisi client pun harus sudah support IPSec ketika menerapkan L2TP/IPSec. Dari segi enkripsi, tentu enkripsi pada L2TP/IPSec memiliki tingkat sekuritas lebih tinggi daripada PPTP yg menggunakan MPPE. Traffic yang melewati tunnel L2TP akan mengalami overhead ± 12%.

SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)

Untuk membangun VPN dengan metode SSTP diperlukan sertifikat SSL di masing-masing perangkat, kecuali keduanya menggunakan RouterOS. Komunikasi SSTP menggunakan TCP port 443 (SSL), sama hal nya seperti website yang secure (https). Anda harus memastikan clock sudah sesuai dengan waktu real jika menggunakan certificate. Manyamakan waktu router dengan real time bisa dengan fitur NTP Client. Sayangnya belum semua OS Support VPN dengan metode SSTP. Traffic yang melewati tunnel SSTP akan mengalami overhead ± 12%.

OpenVPN

VPN ini Biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yg tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN bisa dibangun hampir pada semua Operating System dengan bantuan aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.

Kesimpulan

Perlu diketahui, semakin Anda menginginkan sebuah jaringan yang aman, maka akan semakin kompleks konfigurasi yang perlu diterapkan. Begitu pula dengan pemakaian resource hardware, semakin tinggi enkripsi yang dipakai, pemakaian resource, khususnya cpu juga akan naik.

Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan VPN dengan kompatibilitas dan dukungan alat client yg bagus, maka PPTP dapat jadi pilihan. Selain itu kompatbilitas nya yang tinggi, PPTP VPN juga lebih mudah dalam konfigurasi Mikrotik nya. Tetapi jika Anda menginginkan sebuah VPN dengan tingkat keamanan yang lebih baik, maka L2TP/IPSec atau OpenVPN lah solusi nya.

Pada kebanyakan OS Windows, secara default memakai L2TP/IPSec, sehingga tinggal diseusuaikan pada sisi server. Jika memang alat anda support dan anda menginginkan keamanan yg tinggi pada jalur VPN Anda, L2TP/IPSec dapat jadi pilihan tepat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pemakaian VPN tidak akan menambah Bandwidth Anda, justru malah bisa mengecilkan bandwidth anda karena ada penambahan pada headernya, tergantung dari besar bandwidth langganan Anda.

Demikianlah beberapa Penjelasan Jenis dan Tipe VPN pada Mikrotik. Semoga bermanfaat :)

Referensi :
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=61

Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya

January 19, 2017 Add Comment
Mikrotik Bandwidth Test adalah salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk mengukur besarnya kapasitas bandwidth perangkat Mikrotik. Intinya Mikrotik Bandwidth Test ini berfungsi untuk test bandwidth di Mikrotik.

Bandwidth test mikrotik dapat digunakan untuk mengukur throughput ke router MikroTik lain (baik kabel atau nirkabel), sehingga dapat diketahui berapa besar kapasitas bandwidth antar perangkat Mikrotik tersebut.

Cara Kerja Bandwidth Test Mikrotik

Mikrotik Bandwidth Test akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client. Semua versi RouterOS Mikrotik bisa digunakan sebagai Bandwidth Test server maupun Bandwidth test client.

Selain dapat digunakan antar router Mikrotik, bandwidth test mikrotik ini juga bisa digunakan oleh PC/laptop untuk mengukur bandwidth ke mikrotik. Hal ini berguna ketika kita ingin mengetahui seberapa besar kapasitas bandwidth dari link yang digunakan dari client ke router Mikrotik.

Misalnya, digunakan pada jaringan RT/RW net untuk mengukur bandwidth dari pelanggan ke router Mikrotik menggunakan wifi, jadi kita tau apakah alokasi bandwidth yang sudah kita setting di mikrotik memang benar apa tidak. Jika hasil bandwidth test nya tidak sesuai dengan setingan, berarti perlu ada pengecekan lagi di setinggan atau ada masalah pada jaringan wireless nya.

Itu sedikit gambaran awal tentang Bandwidth Test Mikrotik. Selanjutnya akan kita bahas Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik. Bandwidth test mikrotik terdiri dari dua bagian, yaitu Bandwidth Test Server dan Bandwidth Test Client.

Bandwidth Test Server dan Client di Mikrotik

Bandwidth Test Server Mikrotik

Pada RouterOS Mikrotik, fitur Bandwidth test server ini dikenal dengan BTest Server. Kita bisa megakses menu nya dari Winbox pada menu Tools --> BTest Server, atau pada terminal di /tool btest server.


bandwidth test mikrotik


Settingan asli nya (default) menu BTest Server ini sudah aktif, dan bisa langsung digunakna. Jadi kita sudah tidak perlu lagi mengaktifkan fitur btest server nya kecuali sebelumnya sudah di non-aktifkan.

Kita juga bisa melakukan pengaturan sendiri pada Bandwidth Test Server Mikrotik tersebut. Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.

1. Enabled : digunakan untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.

2. Authenticate : Sebagai pengatur pemberian autentikasi untuk Bandwidth test client.

- Authenticate:yes (check), untuk bisa melakukan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang digunakan untuk melakukan remote config Router Btest Server.

- Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu memasukkan username dan password untuk melakukan bandwidth test.

3. Max session : digunakan untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan.

Bandwidth Test Client Mikrotik

Untuk melakukan bandwidth test ke mikroik lain, disediakan tool Bandwidth Test Client pada Mikrotik. Kita bisa mengaksesnya pada menu Tools --> Bandwidth Test atau command pada terminal /tool bandwidth test



bandwidth test mikrotik winbox

Pada bandwidth test client mikrotik ini ada beberapa parameter yang bisa kita atur dalam melakukan test bandwidth mikrotik.

1. Test To : digunakan untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.

2. Protocol : protocol yang akan digunakan dalam bandwidth test pada parameter protocol (tcp/udp)

3. Direction : digunakan untuk menentukan arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan digenerate :
- Upload (send)
- Download (receive)
- Upload dan download (both)

4. Local Tx Speed dan Remote Tx Speed : digunakan untuk menentukan kecepatan transfer saat bandwidth test. Satuan bps (bit per second).

5. Username dan password : Sesuaikan dengan pengaturan Router BTest Server. Jika pada Router Btest server parameter authenticate:yes maka masukkan username dan password yg digunakan untuk remote Router Mikrotik.

Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik

Untuk dapat menggunakan bandwidth test mikrotik, pastikan Mikrotik yang dijadikan sebagai btest server dan client nya sudah bisa berkomunikasi menggunakan ip address. Coba test ping dulu antar mikrotik nya, pastikan sudah bisa. Selanjutnya kita coba bandwidth test antar perangkat mikrotik.

bandwidth test mikrotik windows

Isikan parameter Test to dengan IP Address Btest Server, Pilih tipe protocol dan direction nya. Jangan lupa isikan username dan password Router Mikrotik lawan (BTest Server). Parameter Local Tx Speed dan Remote Tx Speed bisa diisi dengan berapa besar traffic yang akan digenerate untuk mengukur kapasitas Bandwidth nya. 

Jika paremeter ini tidak diisi, maka bandwidth test akan generate traffic dengan kecepatan maksimal sesuai dengan nilai local dan Remote Tx speed link nya.

Sedangkan jika nilai keduanya tidak ditentukan maka router akan mencoba men-generate traffic sampai batas kemampuan perangkat atau maksimal traffic yang bisa dilewatkan pada link tersebut.

Berikut beberapa contoh hasil bandwidth test antar router Mikrotik dengan link 1000 Mbps (1Gbps)

bandwidth test mikrotik ip


Yang perlu diperhatikan pada penggunaan Bandwidth Test Mikrotik ini adalah bandwidth test ini memakan banyak resource, terutama resource CPU. 

mikrotik bandwidth test cpu 100

Menurut Wiki Mikrotik, Bandwidth test mikrotik ini menggunakan hanya satu core CPU, dan hasil test nya akan mencapai maksimal kalau resource CPU nya sudah mencapai 100%. Bisa dilihat pada gambar di atas, saya coba tes Router Mikrotik RB1100 via link 1Gbps. Hasil tes bandwidth nya hanya mencapai 818,7 Mbps, tidak sampai maksimal karena CPU load nya sudah mentok 100%.

bandwidth test mikrotik server

Contoh lain saya coba pada Mikrotik CRS125-24-1S dengan link 1Gbps juga sama, namun pada gambar di atas CPU usage nya tidak sampai maksimal hanya mencapai 69%, tapi kenapa hasil test nya tidak sampai maksimal 1 Gbps?

mikrotik bandwidth test cpu 100%

Jawabannya karena router lawan resource CPU nya sudah mentok di 100%. Jadi hasil bandwidth test nya tidak maksimal. Perlu diingat bahwa tidak semua tipe Mikrotik mampu menghandle traffic generate 1Gbps, jadi perlu dicek juga resource CPU mikrotiknya ketika kita coba bandwidth test.

bandwidth test di mikrotik

Oleh karena itu, disarankan agar tidak melakukan beberapa bandwidth test ke satu mikrotik bersamaan. Untuk membatasi berapa banyak session yang bisa digunakan untuk bandwidth test dalam waktu bersamaan kita bisa memanfaatkan parameter Max Session. Jika kita set max session=2 maka jumlah sesi/koneksi bandwidth test yang bisa berjalan bersamaan hanya 2 koneksi.

Bandwidth Test Mikrotik dari Client (PC/Laptop)

Selain bandwidth test antar perangkat Mikrotik, kita juga bisa melakukan bandwidth test langsung dari PC/laptop menggunakan aplikasi btest.exe yang bisa diunduh di laman download mikrotik.com. Silakan download aplikasi btest.exe dulu, buka aplikasinya dan isikan parameter yang sama seperti ketika test antar router. 

Contohnya, saya coba bandwidth test dari laptop ke Mikrotik RB 951UI-2HnD via link Wireless N 150 Mbps. Hasil test nya sebagai berikut :

mikrotik wireless bandwidth test

Anda bisa coba cek bandwidth Mikrotik dengan skenario Anda sendiri. Bisa dicoba antar Mikrotik, atau jika mikroitk nya hanya ada satu, anda bisa gunakan PC/Laptop untuk melakukan bandwidth test ini.

Kenapa Tidak Bisa Install file NPK di Mikrotik? Begini Alasannya

December 28, 2016 Add Comment
Install file .npk di Mikrotik adalah salah satu hal yang harus diketahui para pengguna perangkat Mikrotik. Hal ini perlu diketahui karena tidak semua paket instalasi yang kita butuhkan sudah ter-install di perangkat Mikrotik kita. Sebut saja paket user manager, NTP Server, Capsman, LTE, dll merupakan contoh paket instalasi yang belum terinstall di sistem default RouterOS Mikrotik. Untuk itu, kita harus mendownload file paket tersebut di website mikrotik.com dan meng-upload nya ke Mikrotik untuk melakukan instalasi paket.

Apa itu file npk Mikotik?

File npk Mikrotik adalah file installer yang digunakan untuk menginstall paket tertentu untuk menambahkan fitur yang belum tersedia pada sistem RouterOS default pada Mikrotik. File .npk Mikrotik ini mirip dengan file .apk pada Android, dan fungsinya juga sama yaitu untuk melakukan instalasi aplikasi (fitur) tertentu. Nah, file .npk ini kita perlukan untuk menambah fitur baru yang belum tersedia.

Bagaimana Cara Install file .npk Mikrotik?

Untuk bisa meng-install file .npk mikrotik, hal-hal yang harus dilakukan yaitu :
  1. Download paket installer npk nya di mikrotik.com/download
  2. Pilih file extra packages sesuai tipe Mikrotik yang digunakan
  3. Download dan extract file zip nya hingga muncul file .npk nya
  4. Login ke Mikrotik via Winbox Mikrotik 
  5. Copy file .npk yang ingin di install --> paste kan di menu Files pada Winbox
  6. Tunggu hingga proses upload selesai, kemudian Restart (reboot) Mikrotik nya
  7. Untuk lebih jelasnya silakan baca artikel sebelumnya disini : Cara Install dan Seting User Manager Mikrotik

Sudah ikuti cara install file .npk Mikrotik tapi kenapa gagal?

Banyak user Mikrotik yang bertanya, kenapa pada saat install file .npk Mikrotik selalu gagal? Padahal file .npk sudah berhasil di upload, tapi kenapa kok setelah di restart Mikrotik nya file npk itu masih tetap ada di menu Files dan tidak bisa di-install? Tidak bisa install user manager Mikrotik, Gagal install manual package NTP.npk, dll adalah contoh tidak berhasilnya kita dalam instalasi file .npk Mikrotik. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, mari kita simak bersama alasan Kenapa Tidak Bisa Install file NPK di Mikrotik.

Ada Beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kita gagal menginstall paket file .npk Mikrotik, yaitu :

Versi RouterOS yang terinstall di Mikrotik tidak sama dengan versi file .npk yang di download

 

Solusi Tidak bisa install User Manager di Mikrotik

Penyebab :
Hal ini yang paling sering dialami oleh pengguna Mikrotik kabenyakan, karena kesalahan dalam melihat versi RouterOS dan versi Extra Packages nya yang ada di laman download mikrotik. Jika versi RouterOS Mikrotik Anda tidak sama dengan versi file .npk yang mau di install, secara otomatis file .npk itu tidak akan bisa di-install. 

Solusi :
Update dulu RouterOS Mikrotik Anda ke versi terbaru. Kemudian download Extra Packages terbaru yang sama versi nya dengan versi RouterOS Anda. Copy file .npk nya ke menu Files Mikrotik dan Reboot. Silakan cek pada menu System --> Packages, harusnya file .npk nya sudah bisa terinstall.

 

Tipe Arsitektur Processor Mikrotik tidak Sesuai dengan Module RouterOS nya

 

Solusi tidak bisa install ntp di Mikrotik

Penyebab :
Maksud dari kalimat di atas adalah ada beberapa tipe arsitektur processor Mikrotik yang berbeda-beda, seperti MIPSBE, SMIPS, powerpc (PPC), X86, TILE, MIPSLE, ARM, MMIPS, dsb. Nah, masing-masing tipe arsitektur processor tersebut dibuat khusus untuk tipe RouterBoard Mikrotik tertentu dan masing-masing tipe juga dibuatikan modul RouterOS tertentu, misalnya :

MIPSBE untuk : CRS, NetBox, NetMetal, PowerBox, QRT, RB9xx, hAP, hAP ac, hAP ac lite, mAP, RB4xx, cAP, hEX, wAP, BaseBox, DynaDish, RB2011, SXT, OmniTik, Groove, Metal, Sextant, RB7xx

SMIPS  untuk : hAP lite

PowerPC (PPC) untuk : RB3xx, RB600, RB8xx, RB1xxx

TILE untuk : Cloud Core Router (CCR)

ARM untuk : RB3011

X86 untuk : RB230, Di install di Komputer (PC) x86

MIPSLE untuk : RB1xx, RB5xx, Crossroads
Nah, yang sering terjadi adalah kita mendownload file npk yang tidak sesuai dengan tipe arsitektur processor Mikrotik nya. Misal, kita mau install user manager di Mikrotik RB750, tapi Extra Packages yang kita download dari TILE, padahal RB750 kan tipe arsitekturnya MIPSBE. Walaupun versi RouterOS dengan file npk nya sudah sama, namun karena hal tersebut membuat proses instalasi file npk nya jadi gagal.

Cara install file npk di Mikrotik


Solusi :
Pastikan dulu tipe RouterBoard Mikrotik Anda, caranya dengan login ke Winbox Mikrotik, Masuk ke menu System --> Resource. Kemudian buka halaman www.mikrotik.com/download silakan pilih package yang sesuai dengan tipe arsitektur processor Mikrotik Anda. Barulah diinstall file .npk nya.

Cara Install ntp server yang gagal di Mikrotik

 

Salah Lokasi Upload File .npk Mikrotik

Penyebab :
Jika kita upload file .npk melalui menu Files pada Winbox, akan ada beberapa folder/direktori yang secara default sudah ada atau yang kita buat sendiri. Nah, kadang saat klik tombol paste, kursor kita berada pada salah satu folder/direktori tersebut. Sehingga file .npk yang di upload tidak berada di root directory tapi ada di sub direktori. Hal ini menyebabkan file .npk tersebut tidak bisa ter-install.

Solusi :
Pastikan kursor kita ada pada root direktory saat melakukan paste pada menu Files Mikrotik. Hal serupa juga berlaku jika kita upload file melalui FTP. Intinya jangan sampai kita upload file nya di sub direktori.

 

Sistem RouterOS Mikrotik nya sudah Error atau Corrupt

Penyebab :
Pada beberapa kasus, RouterOS Mikrotik ada yang error atau corrupt, jadi tidak bisa dilakukan instalasi paket baru, bahkan ada yang tidak bisa dilakukan update versi RouterOS.

Solusi :
Bisa dicoba untuk melakukan Software Reset atau Hard Reset. Jika belum juga berhasil, bisa dicoba untuk install ulang sistem RouterOS nya dengan menggunakan NetInstall. Silakan baca artikel ini : 
Cara Memperbaiki Mikrotik yang Sering NgeHang dengan NetInstall

Saya coba install manual file ntp.npk di Mikrotik Metal52ac dengan paket yang sesuai. Hasilnya file npk tersebut berhasil di install dengan sukses.

Alasan Kenapa Tidak Bisa Install file NPK di Mikrotik

Kenapa Tidak Bisa Install file NPK di Mikrotik? Begini Alasannya

Demikianlah alasan Kenapa Tidak Bisa Install file NPK di Mikrotik dan cara mengatasinya. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)

Cara Membuat Mikrotik Menjadi Wireless Access Point

December 03, 2016 Add Comment
Mikrotik sebagai Access Point bisa digunakan dalam implementasi Access Point untuk Hotspot ataupun untuk WiFi biasa. Access Point disini maksudnya fungsi Mikrotik hanya digunakan sebagai Access Point Wifi, tanpa adanya proses routing dan NAT di dalam mikrotik itu.

Nah, kali ini saya akan contohkan penggunaan Mikrotik sebagai Access Point pada jaringan Hotspot Mikrotik. Silakan lihat Gambar Topologi Mikrotik Hotspot berikut ini :

Cara Membuat Mikrotik Menjadi Wireless Access Point
Topologi Hotspot Mikrotik

Jadi ada sebuah Hotspot Server yaitu RB1100 yang dikonekskan ke 2 buah Access Point yang berbeda fungsinya. Mikrotik RB951G-2HnD sebagai Access Point WiFi Hotspot, yang hanya digunakan untuk memancarkan sinyal WiFi saja, sementara proses routing dan DHCP server nya ada di RB1100. 

Cara Setting Mikrotik RB951G-2HnD
Mikrotik RB951G-2HnD


Untuk Mikrotik SXTG-2HnD ini digunakan sebagai Access Point yang difungsikan untuk Wireless Point-to-Point ke gedung sebelah. Sama seperti RB951G-2HnD nya, tidak ada routing dan konfigurasi lain selain sebagai Access Point saja.

Cara Setting Mikrotik SXTG-2HnD
Mikrotik SXTG-2HnD


Nah, sekarang kita mulai Tutorial Cara Membuat Mikrotik Menjadi Access Point :

Mikrotik RB951G-2HnD Sebagai Access Point WiFi Hotspot

1. Nyalakan Mikrotik RB951G-2HnD nya
2. Remote Mikrotik nya menggunakan Winbox Mikrotik. Silakan Download Winbox dulu.
3. Disini saya asumsikan port yang terhubung ke Hotspot Server adalah ether 1. 
4. Aktifkan (enable) interface wlan1 (wireless) nya. Masuk ke menu wlan1 nya, silakan setting mode AP Bridge --> SSID : isikan nama sinyal Wireless nya (SSID) --> pilih frekuensi yang diinginkan --> selebihnya silakan setting sendiri sesuai kebutuhan --> OK

Setting Wireless Access Point Mikrotik RB951G-2HnD


5. Masuk ke menu Bridge --> Buat Bridge baru --> Masuk ke tab Ports --> Tambahkan interface ether1 dan wlan1 pada bridge yang baru dibuat.

Setting Wireless Access Point Mikrotik


6. Bila perlu, silakan beri IP address Mikrotik RB951G-2HnD nya pada interface ether1 dengan IP Address yang satu segment dengan IP Hotspot Server nya. Ini dilakukan supaya lebih mudah pada saat remote Mikrotik nya nanti. Tapi tidak diberi IP pun tidak masalah sebenarnya, karena fungsi nya memang hanya sebagai Access point yang meneruskan koneksi dari Hotspot Server (Router) ke client via Wireless. Jika tidak diberi IP Address, saya sarankan untuk mengaktifkan fitur ROMON nya supaya Mikrotik nya bisa diremote via MAC Address walaupun sudah lewat 1 hop. 

7. Sampai disini Mikrotik RB951G-2HnD sudah bisa digunakan sebagai Access Point. Silakan dicoba untuk konek ke SSID nya.

Mikrotik SXTG-2HnD sebagai Access Point Wireless Point-to-Point

1. Pada dasarnya setingan untuk Mikrotik SXTG-2HnD sebagai AP untuk WiFI PtP hampir sama dengan sebelumnya. Intinya adalah melakukan bridge interface ether1 dan wlan1 nya.

Setting Wireless Access Point Mikrotik SXTG-2HnD


2. Untuk settingan wireless point-to-point nya juga sama. Namun bisa kita rubah pada mode wirelessnya dari AP Bridge jadi Bridge saja. Kenapa dirubah jadi Bridge? Karena ini fungsinya hanya sebagai Point to point saja, sehingga hanya akan ada 1 buah client/station yang nantinya terkoneksi. Dan mode bridge ini hanya membolehkan 1 client saja yang konek. Hal ini untuk meningkatkan security juga, supaya tidak sembarang orang bisa konek. 
Untuk bisa lebih meningkatkan keamanan wireless, silakan baca : 
  
Setting Wireless Access Point Mikrotik

3. Sama seperti tutorial sebelumnya, anda bisa beri Mikrotik nya IP Address ataupun tidak.

4. Bagaimana dengan setingan Mikrotik clien/station nya yang menerima sinyal point to point nya? Silakan baca :

Oke, mungkin itu saja Tutorial Mikrotik Indonesia yang saya bagikan kali ini. Silakan dicoba dan praktekkan. Semoga bermanfaat :)

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *