Cara Menggunakan Tool Fetch pada Mikrotik

February 16, 2017 Add Comment
Tool Fetch Mikrotik adalah salah satu tool pada console/terminal Mikrotik RouterOS yang berfungsi untuk menyalin (copy) file melalui protocol ftp, http, dan https. Tool Fetch ini bisa melakukan copy file dari perangkat lain ke Router Mikrotik (download) maupun copy file dari Router Mikrotik ke perangkat lain (upload). Jadi penggunaanya mirip seperti wget pada linux, dengan command yang berbeda.

Hingga versi RouterOS 6.38.1, tool fetch mikrotik masih belum ada menu fetch di GUI nya Winbox. Jadi untuk menggunakan tool fetch ini kita masih harus mengetikkan command pada terminal Mikrotik. Hal tersebut tidak jadi masalah, karena penggunaan command nya akan kita bahas satu per satu pada Tutorial Mikrotik kali ini hingga mudah untuk dipahami.

Tutorial Cara Menggunakan Tool Fetch pada Mikrotik

Walaupun tool fetch ini hanya berjalan pada console/terminal, namun saya sarankan untuk login menggunakan Winbox Mikrotik agar lebih mudah dalam penerapannya.

Buka Terminal Mikrotik. Disini akan saya berikan beberapa contoh penerapan tool fetch mikrotik.

1. Contoh penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder Public

Disini akan saya contohkan untuk download file mikrotikindo.rsc dari folder Public/Mikrotik pada FTP. Mengingat folder FTP yang digunakan adalah Public, sehinga kita tidak perlu memasukkan username dan password FTP pada command fetch mikrotik.

Berikut ini contoh command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP folder Public :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp dst-path=direktori.tujuan port=21 keep-result=yes

Silakan ganti tulisan yang ditandai kuning sesuai data Anda. Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut :



Pada gambar di atas, parameter status : finished, artinya file di ftp tersebut sudah berhasil di download ke Router Mikrotik. Kita bisa lihat file hasil download nya pada menu Files :



2. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk upload file dari Mikrotik ke FTP folder Public

Untuk melakukan upload file ke FTP folder Public, command nya sebagai berikut :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.router mode=ftp  port=21 upload=yes
Untuk lebih jelasnya bisa lihat contoh gambar berikut ini :


Setelah proses upload selesai yang ditandai dengan parameter status : finished, coba cek folder FTP nya apakah file yang di upload sudah berhasil masuk.


3. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk download file dari FTP folder non Public

Contoh kali ini mirip seperti contoh nomor 1, bedanya folder/direktori FTP yang digunakan bukan folder publik namun folder lain yang perlu username dan password tertentu untuk download dan upload file nya. Contoh kali ini juga bisa diterakan pada FTP yang tidak ada folder public dan memang harus memasukkan username dan password untuk login nya.

Saya contohkan download file dari FTP pada direktori MikrotikIndo dengan nama file winbox.exe
Berikut ini contoh command Tool Fetch Mikrotik untuk FTP dengan username & password :

tool fetch address=ip.address.ftp src-path=direktori.file.ftp mode=ftp port=21 user=user.ftp password=password.ftp

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :

Hasil nya sebagai berikut : 


4. Contoh Penggunaan Tool Fetch Mikrotik untuk Download file dari Website

Pada Contoh kali ini ada 4 metode yang akan saya contohkan untuk download file dari website menggunakan Tool Fetch Mikrotik. Karena untuk melakukan fetch download dari website kita bisa menggunakan beberapa parameter yang berbeda, yaitu address, host, dan url. Selain itu juga akan saya contohkan download file dari website dengan enkripsi SSL/HTTPS.

4.1. Penggunaan Parameter Address pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Parameter address pada tool fetch Mikrotik dapat diisi dengan IP Address maupun domain website tertentu. Untuk dapat melakuan download dari website http, maka pada parameter mode diisi dengan mode=http. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=ixp.mikrotik.co.id src-path=/download/nice.rsc mode=http
 

4.2. Penggunaan Parameter Address dan Host pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Pada beberapa kasus, ada website yang tidak bisa di fetch dengan parameter address saja, karena lokasi website nya ada di host tertentu di dalam ip address website tersebut. Untuk mengatasinya, bisa tambahkan parameter host. Contoh penggunaan nya :

tool fetch address=rizkyagung.net host=rizkyagung.net src-path=winbox.exe dst-path= winbox.exe mode=http 

4.3. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (http)

Untuk penggunaan tool fetch pada 2 contoh sebelumnya saya rasa terlalu ribet ya. Agar lebih simple, kita bisa gunakan parameter url. Syaratnya kita harus tau url full path file yang mau di fetch. Contoh penggunaan nya sebagai berikut :

tool fetch url="http://rizkyagung.net/winbox.exe" mode=http
 

4.4. Penggunaan Parameter Url pada Tool Fetch Mikrotik untuk Download File dari Website (https)

Bagaimana jika website nya menggunakan enkripsi https? Tetap bisa kok, caranya dengan menggunakan mode=https. Contoh nya :

tool fetch url="https://download2.mikrotik.com/routeros/winbox/3.11/winbox.exe" mode=https


Cukup sekian dulu ya pembahasan tentang Tool Fetch Mikrotik nya. Pada artikel selanjutnya akan saya share penerapan Tool Fetch untuk melakukan backup & export konfigurasi Mikrotik scara otomatis ke FTP Server.

Remote Mikrotik Menggunakan Domain Sendiri

February 15, 2017 Add Comment
Untuk melakukan proses remote Router mikrotik dari Internet menggunakan Domain sendiri yang harus di persiapkan yaitu :
- OS Mikrotik Versi 6.14 keatas, sebab versi dibawah 6.14 belum terdapat fitur IP Cloud.
- Domain dan Hosting pastinya



Untuk topologynya kira" seperti dibawah ini,  



#Note : 
   - Mikrotik harus terhubung secara langsung ke Internet "menggunakan IP Public Static / Dynamic"
   

Langkah yang dilakukan pada Mikrotik GW
- Saya asumsikan bahwa RB Mikrotik telah terhubung ke Internet.
- Mengaktifkan IP Coud atau yang sering disebut DDNS oleh  para praktisi Network Engineer 



- Pengenalan IP Cloud  Mikrotik
1.  Router Mikrotik akan  melakukan proses request nama DNS ke IP Cloud Server yang nama domain tersebut akan kita gunakan untuk melakukan proses remote ke Mikrotik ataupun Server. 
(Contoh nama DNS yang disediakan mikrotik.com : 123456789abc.sn.mynetname.net)
2.  Format penamaan domain yang di-generate berdasarkan serial number routerboard yang kita pakai seperti [SN RouterBoard].sn.mynetname.net.
4.  Router akan memeriksa perubahan IP Public setiap 1 menit dan melakukan update IP ke IP Cloud server. 
5.  Request DDNS mikrotik pakai protocol UDP port 39752. Pastikan firewall mikrotik Anda tidak memblock protokol dan port itu.



- Kita dapat mencoba melalui browser yang ada pada Gadget kita






Langkah yang dilakukan pada Hosting
- Login ke CPanel > Simple zone editor

- Pada kolom name isi sesuai keingin anda disini saya mencoba menggunakan nama "mikrotikindo" dan secara otomastis akan ditambahkan dengan nama Domain yang telah di integrasikan pada hosting.

- Pada kolom CNAME masukkan nama IP Cloud Mikrotik 
- Klik Add CNAME Record




- Lakukan proses testing 


- Okay sekian dari saya

Thanks a lot. ^_^

"Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya - Ali bin Abi Thalib"


Menggabungkan RB Mikrotik dan AP Cisco

February 13, 2017 Add Comment
Selamat malam Mikrotikers!

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tutorial mengenai
bagaimana cara meng-combine Router sejuta umat yaitu Mikrotik dengan
access point dari Vendor Cisco yang bernama Aironet hmmmmm.....
Baru pertama kali megang kek gini ^_^

okay langsung saja kita akan menjelaskan sedikit mengenai Access Point (AP) Aironet dari Cisco tersebut

Perkenalan dengan Cisco Access-Point Aironet
Didalam Cisco Aironet ada 2 mode untuk pengoperasionalnya, yaitu

1. Leighweight Access Point (LAP), didalam LAP untuk pengoperasionalnya menggunakan Controller untuk sentralisasi manajemen AP yang di sebut dengan WLC
2. Autonomous Access Point (AAP) atau terkadang sih disebut dengan istilah "Standalone"  ^_^, didalam AAP tidak dibutuhkan Controller, jadi tiap AP memiliki manajemen masing-masing

Untuk  menjadikan Access Point menjadi AAP kita membutuhkan IOS khusus yang mendukung AP tersebut.
karena pada AP Aironet terdapat 2 mode operasional sebagaimana yang telah saya paparkan sebelumnya,

1. IOS yang mendukung LAP di penamaan IOS ada kode W8
2. IOS yang mendukung AAP di penamaan IOS ada kode W7

Untuk lebih detailnya silahkan merujuk ke Link Ini


Untuk topology yang akan kita pratikkan kali ini yaitu Mode Operasional AAP dan bentuk dari topologynya sebagai berikut :



Langkah yang dilakukan pada Mikrotik GW
1. Disini saya menggunakan RB CCR1016-12G, Saya asumsikan bahwa Router GW telah terhubung ke Internet.


2. Membuat DHCP Server




Langkah yang dilakukan pada Cisco Aironet
1. Saya asumsikan AP Aironet telah menjadi standalone
    Config awal menggunakan Console untuk memberikan IP Address pada AP tersebut.
    Biasanya password default dari Aironet tersebut adalaha "Cisco"
 

   Pada Show version dapat dilihat bahwa IOS yang kami gunakan adalah versi /ap3g1-k9w7-        xx.153-3.JAB

- Menambahkan IP Address, dan pastikan statusnya UP   

- Selanjutnya kita akan melakukan Configurasi melalu Web base dengan menggunakan IP Address 192.168.0.253 yang telah di tambahkan pada AP tersebut.



Username : (Kosong)
Password : Cisco
Setelah Login

- Easy Setup   >  Network Configuration
- Tambahkan Default Gateway > Apply

- Disini saya menggunakan Cisco Aironet seri AIR-CAP3502E-C-K9 dual Band, oleh sebab itu saya akan meng aktifkan ke dua wireless tersebut

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel2ghz

Penambahan wifi 2Ghz dengan SSID angel5ghz

Seharusnya Kedua SSID yang telah kita tambahkan terdapat pada list tersebut


- Selanjutnya kembali ke tab Home > Radio0-802.11N 2.4Ghz > Setting > enable > apply

- Lakukan hal yang sama terhadap "Radio0-802.11N 5Ghz"



Note  : Jika pada saat apply tidak mendapat respone dari AP
            Lakukan proses Reboot atau Logout
            Setelah itu Login kembali 


- Pastikan semua berwarna hijau yang artinya AP 2Ghz dan 5Ghz telah aktif



- Untuk mengetahui apakah AP yang telah kita buat berhasil, saya sendiri telah menyediakan jenis Antena external yang mendukung dual band.


Terdapat dua SSID dengan dua Freq. yang berbeda


Menggunakan freq. 2Ghz


Menggunakan freq. 5Ghz


- Okay sekian dari saya

Thanks a lot. ^_^

"Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya - Ali bin Abi Thalib"



Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya

Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya

February 09, 2017 Add Comment
IP Pool Mikrotik adalah salah satu fitur pada Mikrotik yang berfungsi untuk menentukan range (rentang) IP Address yang dapat digunakan pada DHCP Server maupun koneksi point-to-point (ppp). IP Pool mengelompokkan IP Address untuk keperluan lanjutan, seperti pemberian IP Address kepada client.

Kita bisa mengakses fitur IP Pool Mikrotik ini pada menu IP --> Pool pada Winbox, seperti pada gambar berikut ini :



Berikut adalah penjelasan dari Parameter IP Pool Mikrotik :

  • Name : Nama dari IP Address Pool 
  • Addresses : Rentang (range) IP Address yang ingin digunakan, dengan format penulisan sebagai berikut, misal : 192.168.1.10-192.168.1.100.
  • Next Pool : Ketika IP Address yang di alokasikan pada IP Pool sudah habis, maka fitur Next Pool ini bisa jadi solusi dengan memberikan IP Address pada IP Pool lain nya, dengan syarat fitur Next Pool ini diaktifkan.
Contoh Penggunaan Fitur Next Pool :


Kita bisa melihat IP berapa saja yang sudah digunakan oleh client dengan masuk ke Tab Used Addresses.
 
IP Pool Mikrotik sering digunakan pada DHCP Server untuk memebrikan IP Address secara otomatis pada Client baik via jaringan LAN maupun Wireless LAN. Selain itu juga bisa digunakan pada Hotspot Mikrotik Server untuk memeberikan IP ke Hotspot Client. Begitu juga pada VPN Server seperti pada PPTP VPN Server Mikrotik.

Demikianlah pembahasan Tutorial Mikrotik tentang Pengertian IP Pool Mikrotik dan Penerapannya. Semoga bermanfaat.

Cara Membuat PPTP VPN Server Mikrotik

February 09, 2017 Add Comment
Point to Point Tunneling Protocol Virtual Private Network (PPTP VPN) adalah salah satu jenis VPN yang paling mudah dalam konfigurasi nya. PPTP VPN merupakan  jenis VPN yang fleksibel karena sebagian besar operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Untuk lebih mengenal tentang VPN dan jenis-jenis VPN silakan baca artikel mikrotik sebelumnya :

PPTP VPN juga bisa digunakan pada Mikrotik. Fitur PPTP VPN pada Mikrotik bisa digunakan sebagai PPTP VPN Server maupun Client, dengan konfigurasi yang cukup mudah. PPTP VPN bisa digunakan baik untuk koneksi yang melewati Jaringan Internet (IP Publik) maupun Jaringan Intranet (IP Private). Namun penerapan PPTP VPN lebih banyak digunakan pada jaringan internet untuk menghubungkan beberapa node berbeda yang berjauhan lokasi nya.

Oke langsung saja kita mulai Tutorial Mikrotik nya. Mari simak bersama pembahasan berikut ini :

Cara Setting PPTP VPN Server Mikrotik

1. Langkah pertama yaitu pastikan paket instalasi PPP sudah ter-install dan aktif. Cek di menu System --> Package.

2. Aktifkan fitur PPTP VPN Server Mikrotik. Masuk ke menu PPP --> Pada Tab Interface --> Klik PPTP Server --> Centang kotak Enabled --> OK


3. Selanjutnya kita buat User PPTP VPN nya. Masuk ke tab Secret --> Klik Tombol + --> Isikan Data Sebegai Berikut :
  • Name : Username PPTP VPN nya
  • Password : Password PPTP VPN nya
  • Service : Pilih service yang digunakan, bisa pilih pptp atau pilih any saja.
  • Profile : Pilih profile yang akan digunakan, pilih default-encryption saja.
  • Local Address : IP Address yang akan digunakan oleh PPTP VPN Server
  • Remote Address : IP Address yang akan diberikan kepada PPTP VPN Client
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut :


Sampai disini setting PPTP VPN Server nya sudah selesai. Sekarang kita tinggal setting untuk PPTP VPN Client nya.

Cara Setting PPTP VPN Client Mikrotik 

Untuk Setting PPTP VPN Client pada Mikrotik sudah pernah saya bahas disini :

Cara Setting PPTP VPN Client Windows 10

Setting PPTP VPN Client pada Windows 10 cukup mudah. Caranya sebagai berikut :
1. Klik tombol notification yang ada di pojok kanan bawah pada taskbar --> Klik menu VPN

Atau bisa dengan klik menu Search di kiri bawah pada taskbar, ketikkan VPN --> pilih Change Virtual Private Network (VPN).

2. Tambahkan VPN Baru dengan klik pada menu Add a VPN Connection


3. Kemudian Isikan Data VPN Server yang sudah kita buat sebelumnya :
  • VPN Provider  : Pilih Windows (built-in)
  • Connection Name : Beri nama koneksi VPN nya
  • Server name or address : Alamat domain atau IP dari PPTP VPN Server nya
  • VPN Type : Bisa pilih Automatic atau langsung pilih PPTP
  • Type of sign-in info : pilih User name and Password
  • User name : masukkan username yang sudah dibuat pada PPTP VPN Server
  • Password : masukkan password PPTP VPN nya
  • Centang Remember my sign-in info
  • Klik Save
Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :


4. Coba koneksikan PPTP VPN baru nya. Klik pada nama PPTP VPN Baru --> Klik Connect


5. Jika konfigurasi nya sudah benar, maka setelah di klik connect akan muncul status Connected seperti pada gambar berikut ini :


6. Jika sudah sukses, kita bisa cek detail koneksi nya di menu Network and Sharing Center. IP yang didapatkan oleh Client sudah benar seperti setingan Remote Address pada PPTP VPN Server sebelumnya.



7. Sekarang coba ping via cmd atau akes IP Local Address nya via browser. Jika ping sudah reply atau muncul halaman login mikrotik nya pada web browser berarti koneksi ke PPTP VPN Server sudah berhasil.


8. Coba cek daftar client yang konek ke PPTP VPN Server nya pada menu PPP --> Interface. Banyaknya client yang konek akan muncul di list tersebut.


Jika ingin menambahkan user VPN nya, silakan buat lagi user di menu Secret dengan Remote Address yang berbeda. Jika ingin membuat satu user bisa digunakan untuk banyak client, kita bisa gunakan fitur IP Pool pada remote address nya. Cara nya akan saya share di lain kesempatan.

Mengenal Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik

January 23, 2017 Add Comment
Virtual Private Network (VPN) adalah suatu metode untuk mengkoneksikan antar node jaringan dengan cara memanfaatkan koneksi Internet (Jaringan Publik/WAN) dan menggunakan protokol yang terenkripsi sehingga lebih aman. VPN merupakan salah satu solusi jitu untuk menghubungkan beberapa lokasi yang berjauhan dengan mudah memanfaatkan koneksi Internet masing-masing lokasi. 

Contoh penerapannya adalah ketika Anda mengelola jaringan untuk beberapa kantor di lokasi yang berbeda dan berjauhan satu sama lainnya. Untuk menghubungkan keselruhan kantor tersebut menggunakan link fisik tentu akan membutuhkan biaya yang besar. Nah, dengan menggunakan VPN kita bisa membangun sebuah link antar kantor dengan memanfaatkan jaringan internet yang sudah ada. Link yang terbentuk dilengkap dengan enkripsi sehingga meminimalisir kemungkinan data akan diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Mengenal Jenis-jenis VPN dan penerapannya di Mikrotik
Menu Pada RouterOS Mikrotik untuk Mengaktifkan VPN di Mikrotik

VPN pada Mikrotik support beberapa metode, seperti : PPTP, L2TP, SSTP, dan OpenVPN. Dengan adanya beberapa opsi ini, kita perlu memilih tipe VPN yang cocok untuk jaringan kita. Secara umum semua type tersebut memiliki fungsi yg sama. Yang membedakan adalah autentikasi dan enkripsi yg digunakan. 

Pembahasan pengertian VPN, cara kerja VPN, Kelebihan dan kekurangan VPN sudah pernah saya bahas disini : Apa itu VPN? Mengenal Prinsip & Cara Kerja VPN 

Pada Tutorial Mikrotik kali ini akan kita bahas satu per satu Jenis dan Tipe VPN di Mikrotik :

PPTP (Point to Point Tunnel Protocol) 

PPTP merupakan salah satu type VPN yang paling sederhana dalam konfigurasi. Selain itu juga fleksibel. Mayoritas operating system sudah support sebagai PPTP Client, baik operating system pada PC ataupun gadget seperti android. Komunikasi PPTP menggunakan protokol TCP port 1723, dan menggunakan IP Protocol 47/GRE untuk enkapsulasi paket datanya. Pada setting PPTP, kita bisa menentukan network security protocol yang digunakan untuk proses autentikasi PPTP pada Mikrotik, seperti pap, chap, mschap dan mschap2. Kemudian setelah tunnel terbentuk, data yang ditransmisikan akan dienkripsi menggunakan Microsoft Point-to-Point Encryption (MPPE). Proses enskripsi biasanya akan membuat ukuran header paket yang ditransmisikan akan bertambah. Jika kita monitoring, traffic yang melewati tunnel PPTP akan mengalami overhead ± 7%.

L2TP (Layer 2 Tunnel Protocol)

L2TP merupakan pengembangan dari PPTP ditambah L2F. Network security Protocol dan enkripsi yang digunakan untuk autentikasi sama dengan PPTP. Akan tetapi untuk melakukan komunikasi, L2TP menggunakan UDP port 1701. Biasanya untuk keamaanan yang lebih baik, L2TP dikombinasikan dengan IPSec, menjadi L2TP/IPSec. Contohnya untuk Operating system Windows, secara default OS Windows menggunakan L2TP/IPSec. Akan tetapi, konsekuensinya tentu saja konfigurasi yang harus dilakukan tidak se-simple PPTP. Sisi client pun harus sudah support IPSec ketika menerapkan L2TP/IPSec. Dari segi enkripsi, tentu enkripsi pada L2TP/IPSec memiliki tingkat sekuritas lebih tinggi daripada PPTP yg menggunakan MPPE. Traffic yang melewati tunnel L2TP akan mengalami overhead ± 12%.

SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol)

Untuk membangun VPN dengan metode SSTP diperlukan sertifikat SSL di masing-masing perangkat, kecuali keduanya menggunakan RouterOS. Komunikasi SSTP menggunakan TCP port 443 (SSL), sama hal nya seperti website yang secure (https). Anda harus memastikan clock sudah sesuai dengan waktu real jika menggunakan certificate. Manyamakan waktu router dengan real time bisa dengan fitur NTP Client. Sayangnya belum semua OS Support VPN dengan metode SSTP. Traffic yang melewati tunnel SSTP akan mengalami overhead ± 12%.

OpenVPN

VPN ini Biasa digunakan ketika dibutuhkan keamanan data yg tinggi. Secara default, OpenVPN menggunakan UDP port 1194 dan dibutuhkan certificate pada masing-masing perangkat untuk bisa terkoneksi. Untuk client compatibility, OpenVPN bisa dibangun hampir pada semua Operating System dengan bantuan aplikasi pihak ketiga. OpenVPN menggunakan algoritma sha1 dan md5 untuk proses autentikasi, dan menggunakan beberapa chiper yaitu blowfish128, aes128, aes192 dan aes256. Trafik yang melewati tunnel OpenVPN akan mengalami overhead ± 16%.

Kesimpulan

Perlu diketahui, semakin Anda menginginkan sebuah jaringan yang aman, maka akan semakin kompleks konfigurasi yang perlu diterapkan. Begitu pula dengan pemakaian resource hardware, semakin tinggi enkripsi yang dipakai, pemakaian resource, khususnya cpu juga akan naik.

Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan VPN dengan kompatibilitas dan dukungan alat client yg bagus, maka PPTP dapat jadi pilihan. Selain itu kompatbilitas nya yang tinggi, PPTP VPN juga lebih mudah dalam konfigurasi Mikrotik nya. Tetapi jika Anda menginginkan sebuah VPN dengan tingkat keamanan yang lebih baik, maka L2TP/IPSec atau OpenVPN lah solusi nya.

Pada kebanyakan OS Windows, secara default memakai L2TP/IPSec, sehingga tinggal diseusuaikan pada sisi server. Jika memang alat anda support dan anda menginginkan keamanan yg tinggi pada jalur VPN Anda, L2TP/IPSec dapat jadi pilihan tepat.

Satu hal yang perlu diperhatikan, pemakaian VPN tidak akan menambah Bandwidth Anda, justru malah bisa mengecilkan bandwidth anda karena ada penambahan pada headernya, tergantung dari besar bandwidth langganan Anda.

Demikianlah beberapa Penjelasan Jenis dan Tipe VPN pada Mikrotik. Semoga bermanfaat :)

Referensi :
http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=61

Tool Bandwidth Test Mikrotik dan Cara Penggunaannya

January 19, 2017 Add Comment
Mikrotik Bandwidth Test adalah salah satu fitur di Mikrotik yang bisa kita gunakan untuk mengukur besarnya kapasitas bandwidth perangkat Mikrotik. Intinya Mikrotik Bandwidth Test ini berfungsi untuk test bandwidth di Mikrotik.

Bandwidth test mikrotik dapat digunakan untuk mengukur throughput ke router MikroTik lain (baik kabel atau nirkabel), sehingga dapat diketahui berapa besar kapasitas bandwidth antar perangkat Mikrotik tersebut.

Cara Kerja Bandwidth Test Mikrotik

Mikrotik Bandwidth Test akan men-generate traffic yang kemudian akan dikirimkan ke perangkat lain melalui sebuah jalur koneksi. Proses ini biasa disebut dengan Bandwidth test. Sebuah proses Bandwidth test terdiri dari Bandwidth test server dan Bandwidth test client. Semua versi RouterOS Mikrotik bisa digunakan sebagai Bandwidth Test server maupun Bandwidth test client.

Selain dapat digunakan antar router Mikrotik, bandwidth test mikrotik ini juga bisa digunakan oleh PC/laptop untuk mengukur bandwidth ke mikrotik. Hal ini berguna ketika kita ingin mengetahui seberapa besar kapasitas bandwidth dari link yang digunakan dari client ke router Mikrotik.

Misalnya, digunakan pada jaringan RT/RW net untuk mengukur bandwidth dari pelanggan ke router Mikrotik menggunakan wifi, jadi kita tau apakah alokasi bandwidth yang sudah kita setting di mikrotik memang benar apa tidak. Jika hasil bandwidth test nya tidak sesuai dengan setingan, berarti perlu ada pengecekan lagi di setinggan atau ada masalah pada jaringan wireless nya.

Itu sedikit gambaran awal tentang Bandwidth Test Mikrotik. Selanjutnya akan kita bahas Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik. Bandwidth test mikrotik terdiri dari dua bagian, yaitu Bandwidth Test Server dan Bandwidth Test Client.

Bandwidth Test Server dan Client di Mikrotik

Bandwidth Test Server Mikrotik

Pada RouterOS Mikrotik, fitur Bandwidth test server ini dikenal dengan BTest Server. Kita bisa megakses menu nya dari Winbox pada menu Tools --> BTest Server, atau pada terminal di /tool btest server.


bandwidth test mikrotik


Settingan asli nya (default) menu BTest Server ini sudah aktif, dan bisa langsung digunakna. Jadi kita sudah tidak perlu lagi mengaktifkan fitur btest server nya kecuali sebelumnya sudah di non-aktifkan.

Kita juga bisa melakukan pengaturan sendiri pada Bandwidth Test Server Mikrotik tersebut. Pengaturan ini bisa dilakukan pada menu /tool btest server. Terdapat beberapa parameter yang bisa digunakan.

1. Enabled : digunakan untuk mengaktifkan bandwidth test server pada router. Jika posisi enabled=no (disable) atau tidak dicentang (uncheck) maka tidak bisa dilakukan bandwidth test terhadap router tersebut.

2. Authenticate : Sebagai pengatur pemberian autentikasi untuk Bandwidth test client.

- Authenticate:yes (check), untuk bisa melakukan bandwidth test, Bandwidth Test Client harus memasukkan username dan password sesuai dengan yang digunakan untuk melakukan remote config Router Btest Server.

- Authenticate:no (uncheck), Bandwidth Test Client tidak perlu memasukkan username dan password untuk melakukan bandwidth test.

3. Max session : digunakan untuk mengatur limitasi berapa Max session/koneksi bandwidth test yang berlangsung bersamaan.

Bandwidth Test Client Mikrotik

Untuk melakukan bandwidth test ke mikroik lain, disediakan tool Bandwidth Test Client pada Mikrotik. Kita bisa mengaksesnya pada menu Tools --> Bandwidth Test atau command pada terminal /tool bandwidth test



bandwidth test mikrotik winbox

Pada bandwidth test client mikrotik ini ada beberapa parameter yang bisa kita atur dalam melakukan test bandwidth mikrotik.

1. Test To : digunakan untuk menunjuk alamat IP Router bandwidth test server.

2. Protocol : protocol yang akan digunakan dalam bandwidth test pada parameter protocol (tcp/udp)

3. Direction : digunakan untuk menentukan arah traffic. Terdapat 3 pilihan arah traffic yang akan digenerate :
- Upload (send)
- Download (receive)
- Upload dan download (both)

4. Local Tx Speed dan Remote Tx Speed : digunakan untuk menentukan kecepatan transfer saat bandwidth test. Satuan bps (bit per second).

5. Username dan password : Sesuaikan dengan pengaturan Router BTest Server. Jika pada Router Btest server parameter authenticate:yes maka masukkan username dan password yg digunakan untuk remote Router Mikrotik.

Cara Menggunakan Bandwidth Test Mikrotik

Untuk dapat menggunakan bandwidth test mikrotik, pastikan Mikrotik yang dijadikan sebagai btest server dan client nya sudah bisa berkomunikasi menggunakan ip address. Coba test ping dulu antar mikrotik nya, pastikan sudah bisa. Selanjutnya kita coba bandwidth test antar perangkat mikrotik.

bandwidth test mikrotik windows

Isikan parameter Test to dengan IP Address Btest Server, Pilih tipe protocol dan direction nya. Jangan lupa isikan username dan password Router Mikrotik lawan (BTest Server). Parameter Local Tx Speed dan Remote Tx Speed bisa diisi dengan berapa besar traffic yang akan digenerate untuk mengukur kapasitas Bandwidth nya. 

Jika paremeter ini tidak diisi, maka bandwidth test akan generate traffic dengan kecepatan maksimal sesuai dengan nilai local dan Remote Tx speed link nya.

Sedangkan jika nilai keduanya tidak ditentukan maka router akan mencoba men-generate traffic sampai batas kemampuan perangkat atau maksimal traffic yang bisa dilewatkan pada link tersebut.

Berikut beberapa contoh hasil bandwidth test antar router Mikrotik dengan link 1000 Mbps (1Gbps)

bandwidth test mikrotik ip


Yang perlu diperhatikan pada penggunaan Bandwidth Test Mikrotik ini adalah bandwidth test ini memakan banyak resource, terutama resource CPU. 

mikrotik bandwidth test cpu 100

Menurut Wiki Mikrotik, Bandwidth test mikrotik ini menggunakan hanya satu core CPU, dan hasil test nya akan mencapai maksimal kalau resource CPU nya sudah mencapai 100%. Bisa dilihat pada gambar di atas, saya coba tes Router Mikrotik RB1100 via link 1Gbps. Hasil tes bandwidth nya hanya mencapai 818,7 Mbps, tidak sampai maksimal karena CPU load nya sudah mentok 100%.

bandwidth test mikrotik server

Contoh lain saya coba pada Mikrotik CRS125-24-1S dengan link 1Gbps juga sama, namun pada gambar di atas CPU usage nya tidak sampai maksimal hanya mencapai 69%, tapi kenapa hasil test nya tidak sampai maksimal 1 Gbps?

mikrotik bandwidth test cpu 100%

Jawabannya karena router lawan resource CPU nya sudah mentok di 100%. Jadi hasil bandwidth test nya tidak maksimal. Perlu diingat bahwa tidak semua tipe Mikrotik mampu menghandle traffic generate 1Gbps, jadi perlu dicek juga resource CPU mikrotiknya ketika kita coba bandwidth test.

bandwidth test di mikrotik

Oleh karena itu, disarankan agar tidak melakukan beberapa bandwidth test ke satu mikrotik bersamaan. Untuk membatasi berapa banyak session yang bisa digunakan untuk bandwidth test dalam waktu bersamaan kita bisa memanfaatkan parameter Max Session. Jika kita set max session=2 maka jumlah sesi/koneksi bandwidth test yang bisa berjalan bersamaan hanya 2 koneksi.

Bandwidth Test Mikrotik dari Client (PC/Laptop)

Selain bandwidth test antar perangkat Mikrotik, kita juga bisa melakukan bandwidth test langsung dari PC/laptop menggunakan aplikasi btest.exe yang bisa diunduh di laman download mikrotik.com. Silakan download aplikasi btest.exe dulu, buka aplikasinya dan isikan parameter yang sama seperti ketika test antar router. 

Contohnya, saya coba bandwidth test dari laptop ke Mikrotik RB 951UI-2HnD via link Wireless N 150 Mbps. Hasil test nya sebagai berikut :

mikrotik wireless bandwidth test

Anda bisa coba cek bandwidth Mikrotik dengan skenario Anda sendiri. Bisa dicoba antar Mikrotik, atau jika mikroitk nya hanya ada satu, anda bisa gunakan PC/Laptop untuk melakukan bandwidth test ini.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *