Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

March 05, 2017 Add Comment
Virtual Private Server (VPS) adalah suatu Server yang dibagi menjadi beberapa Virtual Machines (VM) dimana setiap VM merupakan Virtual Server yang dapat di install sistem operasi tersendiri. 

Misalnya seperti PC/Laptop kita yang diinstal VMWare atau VirtualBox untuk menjalankan OS tertentu. Disini tentunya kita bisa membuat beberapa VM untuk menjalankan OS yang kita inginkan.

Nah, VPS yang dimaksud adalah VPS cloud yang sudah terhubung ke jaringan internet. Untuk menggunakannya kita bisa menyewa VPS yang disediakan oleh berbagai vendor hosting server. Disini saya menggunakan VPS dari Digital Ocean dengan menyewa Virtual Server di Singapore.

Untuk apa install Mikrotik di VPS? Ada beberapa kegunaan mikrotik yang bisa kita manfaatkan karena Mikrotik nya akan mempunyai IP Publik, misalnya digunakan sebagai VPN Server, Proxy Server, atau hanya sekedar untuk ngelab saja. Jadi ini merupakan salah satu cara mendapatkan IP Publik pada Mikrotik :D.

Oke, langsung saja kita simak Tutorial Mikrotik berikut :

Tutorial Cara Install Mikrotik di Virtual Private Server (VPS)

1. Silakan Login atau Daftar dulu ke Digital Ocean disini
Setelah daftar dari link tersebut, Anda akan mendapatkan credit Gratis $10, yang nantinya bisa digunakan untuk menyewa VPS nya. Lumayan kan dapet gratisan, hehe

2. Setelah login ke DO, buat Droplet baru --> Klik Create Droplet


2. Pilih Image Ubuntu 16.04 x64. Kenapa tidak langsung pakai image Mikrotik saja? DO tidak mengijinkan kita untuk install Image selain yang disediakan olehnya. Jadi kita pakai Ubuntu saja untuk nantinya kita install Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR).


3. Pilih Size (ukuran) dari VPS nya. Pilih yang paling murah saja yang $5/bulan. Bisa pakai 2 bulan GRATIS dengan free credit $10 tadi.

4. Pilih Datacenter dari VPS yang akan digunakan. Silakan pilih yang terdekat saja supaya ping nya bagus dan hop nya gak terlalu panjang. Disini saya contohkan pakai Server di Singapore.


5. Isikan hostname dari VPS Anda. Terserah mau dikasih nama apa. Default aja juga gak masalah. Kemudian Klik Create.

6. Tunggu beberapa saat hingga proses pembuatan VPS nya selesai. Jika sudah selesai maka akan muncul tulisan You're Awesome! pada kolom Created di menu Droplets. Silakan akses ke console VPS nya melalui menu More --> Access Console.

7. Selain itu kita juga akan menerima email dari DO tentang detail server tersebut.


8. Karena penggunaan Console DO nya agak susah, saya sarankan untuk remote console VPS nya via SSH PuTTY. Silakan download aplikasi PuTTY dan buka aplikasinya.
Pada kolom Hostname (or IP address) masukkan IP adress VPS nya --> Port 22 --> Klik Open.


9. Login dengan user : root dan password yang ada di email tadi. Kemudian kita akan diminta untuk mengganti password default nya. Silakan ganti passwordnya sesuai keinginan Anda.


10. Setelah ganti password, kita mulai membuat Ubuntu nya menjadi Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR). Silakan copy dan paste code berikut ke PuTTY :

wget https://download2.mikrotik.com/routeros/6.38.3/chr-6.38.3.img.zip -O chr.img.zip  && \
gunzip -c chr.img.zip > chr.img  && \
mount -o loop,offset=33554944 chr.img /mnt && \
ADDRESS=`ip addr show eth0 | grep global | cut -d' ' -f 6 | head -n 1` && \
GATEWAY=`ip route list | grep default | cut -d' ' -f 3` && \
echo "/ip address add address=$ADDRESS interface=[/interface ethernet find where name=ether1]
/ip route add gateway=$GATEWAY
 " > /mnt/rw/autorun.scr && \
umount /mnt && \
echo u > /proc/sysrq-trigger && \
dd if=chr.img bs=1024 of=/dev/vda

Cara Paste di PuTTY dengan klik kanan --> kemudian tekan Enter.
Tunggu hingga proses download image Mikrotik CHR nya selesai. Setelah selesai script nya akan menjalankan proses mounting dan instalasi CHR nya.


11. Jika sudah selesai, masuk ke akun Digital Ocean nya lagi --> Matikan VM nya.



12. Nyalakan kembali VM nya dengan menekan tombol Switch On.


13. Sekarang kita coba remote lagi VPS nya via console SSH pada PuTTY. 
Login nya pakai user : admin, passwordnya kosong (tanpa password).
Tadaa!! Ubuntu nya sudah berubah menjadi Mikrotik :D


14. Nah, Mikrotik nya sudah selesai diinstall nih. Kita juga bisa remote Mikrotik nya via Winbox. Tinggal buka Winbox Mikrotik nya Connect to masukkan IP Address VPS nya --> Masukkan User dan Password nya.


Selesai sudah, kita sudah berhasil menginstall Mikrotik Cloud Hosted Router (CHR) di Virtual Private Server (VPS) Digital Ocean. Selanjutnya silakan mau dibuat apa Mikrotik nya. Yang perlu diperhatikan adalah, karena Mikrotik CHR ini yang versi gratisan, maka pada interface eth nya hanya support bandwidth 1 Mbps saja.

Malas Menghapal IP Public? Yuk Ganti Pakai Domain Gratis

March 01, 2017 Add Comment
Merubah IP Address Public menjadi nama Domain bisa memudahkan kita untuk mengakses perangkat nya. Tentu saja kita akan lebih mudah menghapal nama domain daripada angka IP Address kan? Coba bayangkan kalau misalkan kita punya puluhan Router Mikrotik dengan IP Publik yang berbeda-beda, ketika kita akan mengakses nya via internet tentu akan kesulitan jika tidak hapal IP Publik nya.

Nama Domain yang bisa kita gunakan ada dua tipe, yakni Top Level Domain (TLD) seperti .com .net .org dll yang biasanya berbayar dan Sub Domain yang kebanyakan GRATIS. Tapi tunggu dulu, Domain TLD juga ada yang gratis loh. Itu yang akan kita bahas dan gunakan pada Tutorial Mikrotik kali ini.

Ada beberapa penyedia layanan Domain Gratis yang bisa kita gunakan. Disini saya akan contohkan menggunakan layanan domain gratis dari freenom.com untuk merubah IP Publik Statik yang ada pada Router Mikrotik.

Tutorial Cara Merubah IP Publik Mikrotik Menjadi Domain Name

1. Silakan masuk dan daftar di freenom.com untuk mendapatkan domain gratis.

2. Setelah selesai daftar, masuk ke menu Services --> Register a New Domain


3. Masukkan nama domain yang Anda inginkan --> Klik Check Availability
Ada beberapa TLD gratis yang bisa kita gunakan. Silakan pilih domain yang masih tersedia. Jika semua sudah tidak tersedia, silakan ganti nama domain nya dengan nama yang lain.
Jika sudah ketemu yang status nya Free, Klik Get it now!


4. Kita bisa gunakan metode forwarding atau DNS Records. Disini saya akan contohkan menggunakan DNS Records yakni menggunakan A record.
Klik Use DNS --> Masukkan IP Address Static (Public) di kedua kolom IP address -- pilih period 12 Months --> Continue


5. Kemudian isikan data diri Anda. Jika sudah selesai maka akan muncul halaman Order Confirmation --> Masuk ke client area untuk melihat domain anda.


6. Sebelum mencoba untuk mengakses domain nya, silakan lakukan flush dns cache dulu. Untuk Windows, flush dns bisa melalui CMD. Buka CMD --> ketikkan perintah ipconfig /flushdns

7. Jika sudah, silakan coba buka domain nya di web browser. Halaman login Mikrotik nya sudah muncul dengan mengakses nama domain tersebut.


8. Kita juga bisa menggunakan nama domain nya untuk remote Mikrotik menggunakan Winbox.


Sampai disini kita sudah bisa remote Mikrotik dari Internet menggunakan domain gratis. 
Bagaimana jika IP Publik Mikrotik nya dinamis? Apakah bisa menggunakan Domain Gratis juga?
Tentu saja bisa. Kita bisa memanfaatkan DDNS atau menggunakan fitur IP Cloud pada Mikrotik. Caranya silakan baca disini :

AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

February 27, 2017 Add Comment
Melakukan backup konfigurasi Mikrotik secara rutin bisa mengurangi resiko downtime yang lama karena harus konfig ulang router ketika terjadi masalah pada router tersebut. Setidaknya jika router rusak, atau RouterOS nya corrupt, kita tidak perlu repot-repot lagi ngonfig dari awal. Tinggal restore saja konfigurasi nya dari file backup yang sudah disimpan sebelumnya.

Namun masalahnya kadang kita terlalu malas untuk sekedar melakukan backup konfigurasi dan menyimpan nya. Sama malasnya seperti saya yang harus me-manage puluhan Router Mikrotik. Capek kalau harus backup konfig satu per satu, hehe :D. 

Sebenarnya pada Tutorial Mikrotik sebelumnya sudah pernah saya bahas tentang :

Tutorial Mikrotik kali ini merupakan pengembangan dari tutorial tersebut, dimana file backup dan export yang sudah di generate bukan dikirimkan ke Email, namun di upload ke Folder di FTP Server secara otomatis dan terjadwal. Sehingga file backup & export yang di upload ke FTP akan tersusun rapi, mudah ditemukan, dan cepat bisa digunakan. Contoh nya seperti ini :


Oke cukup sudah dongeng sebelum tidurnya, kebanyakan baca prolog ntar malah jadi ngantuk :p mari kita langsung saja bahas caranya. Disini kita akan manfaatkan Tool Fetch Mikrotik untuk melakukan proses upload file. Selain itu kita juga akan gunakan Script & Scheduler untuk otomasi nya.

Tutorial Cara AutoBackup Mikrotik : Kirim File Backup ke FTP Server Otomatis

1. Pastikan kita punya akses ke FTP Server untuk membuat direktori lokasi upload file backup.

2. Login via Winbox Mikrotik --> Pastikan Mikrotik nya sudah bisa ping ke FTP Server.

3. Buat Script Auto Backup Mikrotik. Masuk ke menu System --> Scripts --> Tambahkan Script baru --> Beri nama autobackup --> pada kolom Source isikan :
/system backup save name=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
/export file=("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11]);
Contoh nya seperti gambar berikut :


Script ini jika di run akan men-generate file backup (.backup) dan file export (.rsc) dengan format penamaan yang mudah dikenali.


4. Buat Script lagi untuk proses upload file backup. Disini kita akan buat dua script terpisah untuk proses upload file .backup dan .rsc. Untuk script upload file backup beri nama uploadbackup --> Script source nya sebagai berikut :
:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".backup");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes
Silakan ubah data yang ditandai kuning dengan data Anda sendiri. Contoh nya sebagai berikut :


5. Script ini dibuat untuk proses upload file export (.rsc) --> Beri nama uploadrsc --> Isikan Source dengan script berikut :

:global backupname ("BACKUP" . "-" . [/system identity get name] . "-" . \
[:pick [/system clock get date] 4 6] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 7 11] . ".rsc");
/tool fetch address=Alamat.FTP mode=ftp user=Username.FTP password=Password.FTP src-path=$backupname dst-path="Direktori.FTP/$backupname" upload=yes

Contoh nya seperti gambar berikut ini :


6. Selanjutnya kita coba Run kedua Script upload tersebut. Coba cek pada folder tujuan upload di FTP Server. Jika konfigurasi script sudah benar, seharusnya akan muncul file .backup dan .rsc seperti gambar berikut ini :

Jika belum muncul file backup nya, silakan cek lagi data pada script nya. Pastikan username dan password FTP nya punya hak akses Permission Read/Write (RW) pada folder tujuan upload. 

7. Sekarang saatnya mambuat penjadwalan, sehingga script tersebut bisa dijalankan secara otomatis dan terjadwal. Kita gunakan Scheduler, masuk ke menu System --> Scheduler --> buat 3 scheduler  baru untuk masing-masing script yang sudah kita buat.

Disini saya contohkan untuk membuat script dijalankan secara otomatis pada 01 Maret 2017 dengan interval 30 hari, jadi script ini akan berjalan mulai tanggal 1 Maret 2017 dan akan jalan otomatis tiap 30 hari.

Pastikan ketiga script tersebut tidak diekseskusi secara otomatis pada waktu yang bersamaan. Dahulukan script autobackup, baru kemudian script uploadbackup dan uploadrsc. Contoh konfigurasi nya silakan lihat gambar berikut :

Nah, sekarang tinggal konfig Router Mikrotik lainnya untuk auto backup ke FTP Server juga. Gak masalah capek konfig di awal, asal kedepanya gak capek tiap bulan ngumpulin file backup satu per satu :D.

[Update!] Download Winbox Mikrotik Versi Terbaru 2017

February 26, 2017 Add Comment
Download Winbox Mikrotik Versi Terbaru 2017 dan cara menggunakan Winbox Mikrotik akan kita bahas pada Artikel kali ini. Pertama-tama, mari kita mengenal Winbox Mikrotik lebih dahulu.

Apa itu Winbox?

Berikut ini pengertian winbox. Winbox adalah sebuah aplikasi utility buatan Mikrotik yang digunakan untuk melakukan remote ke perangkat mikrotik dalam mode GUI (Graphical User Interface). Sehingga dengan mode GUI ini kita akan lebih mudah untuk melakukan Setting Mikrotik, terlebih bagi pemula. Kita tidak perlu repot-repot mengetikkan perintah-perintah command line Mikrotik, yang belum tentu hapal. Jadi ini adalah cara mudah setting mikrotik menggunakan winbox mikrotik.

Winbox Mikrotik Download Gratis
Winbox Mikrotik Versi 3.11


Download Winbox Mikrotik
Winbox Mikrotik Versi 2.2.18

Jika Sistem RouterOS Mikrotik diinstall pada PC (komputer), maka untuk melakukan konfigurasi mikrotik awal menggunakan command line pada PC itu sendiri. Sedangkan jika ingin setting mikrotik PC lebih mudah menggunakan winbox dari PC/laptop lainnya yang terkoneksi ke PC mikrotik tersebut.

Winbox Mikrotik merupakan aplikasi berbasis Windows. Jadi Kita bisa menjalankannya di semua PC/Laptop dengan sistem Operasi Microsoft Windows. Namun Winbox ini juga bisa dijalankan pada Sistem operasi Linux dan Mac OS dengan menggunakan aplikasi tambahan Wine. Silakan Baca : Cara Menggunakan Winbox pada Linux Mint dan Ubuntu

Melakukan setting mikrotik menggunakan winbox ini lebih banyak digunakan karena selain penggunaannya yang mudah kita juga tidak harus menghapal perintah-perintah Mikrotik. Semua perintah itu sudah tersedia dalam bentuk Graphical Menu pada Winbox. Jadi tinggal pilih dan klik saja menu apa yang diinginkan.

Download Winbox Mikrotik
Tampilan Graphical Menu pada Winbox Mikrotik

Download Winbox Mikrotik

Untuk melakukan download Winbox Mikrotik secara Gratis, silakan masuk ke website mikrotik.com/download dan cari link download Winbox terbaru di bagian bawah.

Cara Download Winbox Mikrotik dari website Mikrotik.com
Cara Download Mikrotik dari website Mikrotik.com


Atau anda bisa Download Winbox Mikrotik Versi 3.11 terbaru 2017 disini :
Link Download Winbox Mikrotik Terbaru

Setelah file winbox.exe selesai di download, silakan buka aplikasi nya dengan cara klik 2x pada winbox.exe. Untuk cara menggunakan Winbox Mikrotik nya akan kita bahas pada bagian Fungsi Winbox berikut ini :

Fungsi Winbox

Fungsi utama winbox adalah sebagai aplikasi bantu untuk menyeting/mengkonfigurasi perangkat mikrotik dengan mudah dan cepat. Pada Aplikasi Winbox Mikrotik itu sendiri sudah dibekali beberapa fitur yang dapat kita manfaatkan untuk mempermudah setting Mikrotik :

1. Fitur Neighbor Discovery
Neighbor Discovery adalah salah satu fitur pada Winbox Mikrotik yang berfungsi untuk menemukan perangkat Mikrotik apa saja yang terhubung dengan PC/laptop Anda di Jaringan. Dengan fitur ini Winbox akan secara otomatis menampilkan data perangkat Mikrotik yang ditemukannya di jaringan. Data yang ditampilkan berupa IP Address, MAC Address, Nama Perangkat, Versi RouterOS dan Jenis Board nya.

Ini akan mempermudah kita untuk melakukan remote mikrotik, terutama jika kita tidak tau IP Address mikrotik yang mau kita remote. Disini kita dapat memilih akan me-remote Mikrotik menggunakan IP Address atau MAC Address. Jika kita belum melakukan konfigurasi IP Address baik pada mikrotik ataupun PC/Laptop (biasanya terjadi ketika baru beli perangkat Mikrotik dengan konfigurasi default) maka disaranakan untuk remote via MAC Address.

Berikut ini adalah cara penggunaan Fitur Neighbor Discovery Winbox Mikrotik untuk melakukan remote pada perangkat Mikrotik menggunakan MAC Address, seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini :

Penggunaan Fitur Neighbor Discovery untuk remote Winbox Mikrotik
 
Berikut ini adalah tampilan Menu pada Winbox Mikrotik ketika kita sudah berhasil login.


Sekarang Kita bisa remote mikrotik nya untuk melakukan setting mikrotik.

2. Fitur Safe Mode
Fitur Safe Mode Winbox Mikrotik berfungsi untuk melindungi perangkat mikrotik kita dari kesalahan konfigurasi, dengan cara mengembalikan konfigurasi seperti semula ketika aplikasi winbox di close/exit. Cara kerjanya adalah dengan menekan tombol Safe Mode pada pojok kiri atas. Ketika tombol Safe Mode ini sudah aktif, maka konfigurasi yang dilakukan tidak akan tersimpan sebelum tombol Safe Mode ini di non-aktifkan.

Cara Menggunakan Safe Mode Winbox Mikrotik

Dengan fitur ini, kita bisa coba-coba konfig mikrotik nya. Jika dirasa konfigurasi nya sudah benar-benar sesuai, kita bisa simpan dengan me-nonaktifkan Safe Mode. Tapi jika konfigurasi nya malah jadi kacau dan kita ingin kembalikan ke semula, tinggal close/exit saja aplikasi Winbox nya. Konfigurasi yang kacau tadi tidak akan tersimpan.

3. Fitur Add/Set Managed
Add/Set Managed merupakan fitur winbox mikrotik yang berfungsi untuk menyimpan daftar perangkat-perangkat Mikrotik berupa data IP Address, Username dan Password. Sehingga jika kita punya banyak perangkat mikrotik yang perlu di kelola, kita tidak perlu repot-repot memasukkan data tiap kali mau login. Data tersebut akan disimpan di tab managed dan bisa diproteksi dengan password.

Untuk dapat menggunakan fitur Add/Set Managed ini, masuk ke mode Advanced dulu. Klik Menu Tools --> Klik Advanced Mode.

Mengaktifkan Advanced Mode Winbox Mikrotik

Masukkan data perangkat Mikrotik nya :

Connect To : isikan IP Address mikrotik (bisa menggunakan fitur neighbor discovery)
Login : isikan username mikrotik
Password : isikan password mikrotik

Note : isikan catatan/note mikrotik tersebut (opsional)
Group : pengelompokkan berdasarkan group

Klik Menu Add/Set untuk menyimpan.

Hasil nya bisa dilihat pada tab Managed. Dengan data ini, kita bisa langsung login ke prangkat mikrotik tersebut tanpa harus memasukkan detail login berupa IP Address, username dan password lagi. Jadi cukup dengan klik router yang diinginkan kemudian klik Connect saja.

Nah, Agar data login tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berkepentingan, kita bisa proteksi dengan password. Klik menu Set Master Password.


Masukkan password yang diinginkan --> klik OK


Tutup dan buka kembali Winbox nya, maka data pada managed tidak akan muncul sebelum kita memasukkan password nya.



4. Fitur Export & Import Data
Fitur ini dapat digunakan untuk meng-export dan import data pada daftar perangkat yang ada di tab managed. Tujuannya agar daftar data managed router yang sudah kita buat sebelumnya bisa disimpan di direktori/folder tertentu supaya bisa dipindahkan ke PC/laptop lain jika diperlukan. Jadi kalau kita mau bikin daftar managed router serupa pada PC/laptop lain, tidak perlu memasukkan ulang data nya. Kita tinggal export dan import data nya saja.

Untuk bisa melakukan Export & Import Data, pastikan Master Password sudah dibuka. Jika tidak, maka submenu Export dan Import pada menu Tools tidak akan aktif. 


Setelah Master Password sudah dibuka, barulah submenu Import dan Export pada Winbox Aktif dan bisa digunakan. Klik Export untuk mencoba menyimpan file konfigurasi ke direktori/folder tertentu.


Export Data
 

 Import Data



4. Fitur RoMON
RoMON (Router Management Overlay Network) adalah sebuah protocol proprietary Mikrotik (protocol yang hanya didukung pada perangkat Mikrotik), dimana dapat membuat koneksi layer2 yang aman (secure) ke perangkat MikroTik baik melalui koneksi “Physical” (ethernet) maupun Layer2 Tunnel. Untuk lebih jelasnya, silakan baca : 

Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik dalam bentuk Video bisa Anda lihat disini :

[VIDEO] Tutorial Cara Menggunakan Winbox Mikrotik


Jadi begitulah beberapa penjelasan Fungsi Winbox Mikrotik dan Link Download Winbox Mikrotik Terbaru 2017. Untuk Tutorial cara setting Mikrotik nya bisa Anda cari dan baca-baca sendiri di blog Tutorial Mikrotik Indonesia ini. Good luck dan semoga bermanfaat :)

Tutorial Cara Share Koneksi Wireless di Mikrotik yang Hanya Punya 1 Interface Wireless

February 23, 2017 Add Comment
Di suatu saat Anda ingin membagikan koneksi internet yang Anda dapat dari interface wireless di Mikrotik Routerboard anda sedangkan routerboard anda hanya mempunyai 1 interface wireless. Dimana interface wireless anda tersebut dijadikan sebagai penerima koneksi Internet (Station) yang tidak memungkinkan Anda menyebarkan koneksi internet tersebut lewat interface wireless ini pula. Disaat seperti ini Anda dapat memanfaatkan interface Vitual Access Point Mikrotik yang biasa disebut (VAP). Dengan adanya interface VAP ini anda dapat menambah interface wireless dengan menginduk ke interface master yaitu wlan 1. Yang nantinya interface VAP inilah yang akan menyebarkan koneksi internet lewat Wireless pula. Dibawah ini adalah tutorial cara setingnya...

Buka Winbox Mikrotik lalu masuk ke interface wireless dan setting wireless menjadi mode station ubah security profile yang nantinya sebagai authentikasi keamanan lalu lakukan scan ke target access point yang akan menjadi sumber koneksi internet.



Ingat seperti pada gambar diatas mode harus station dan masukan security profile sebagai authentikasi keamanan. Jika sumber wifi yang akan dikoneksikan tidak menggunakan autentikasi (Open) maka tidak perlu digunakan security profile. Lalu lakukanlah scan.


Jika sudah klik tombol Apply dan Ok.! ;), sampai interface wireless menjadi (R)


R adalah tanda bahwa sudah terkoneksi dengan si target AP. Selanjunya kita akan meminta ip dhcp client dari target ap. Dengan mengunakan DHCP CLIENT. IP> DHCP CLIENT> ADD


Klik Apply --> OK. tungu sampai Bound..

Lalu konfigurasikan NAT (Network address translation) yang berguna untuk membungkus ip private ke dalam ip publik untuk alasan keamanan. Masuk menu IP --> FIREWALL --> NAT --> ADD


Setting Chain: srcnat dan Out Interface: Wlan1


Lalu pindah ke tab Action dan pilih actionnya: Masquirade


Kenapa actionnya masquirade karena Masquirade adalah action untuk konfigurasi NAT OK.! lalu Apply dan OK.

Baru setelah konfigurasi di atas kita bisa langsung konfigurasi VAP (Virtual Access Point).

Masuk ke interface Wireless lagi tambah interface Virtual.


Lalu setting Mode: AP Bridge dan Master Interface: Wlan 1 dan masukan security profilenya sebagai authentikasi pemasukan kedalam Access Point anda dan jangan lupa SSID nya OK..


Selesai sudah kita membuat Virtual Access Point. Tes pengujiannya jika sudah berhasil akan muncul SSID wireless kita pada tampilan Wifi di laptop atau perangkat lainnya dengan hasil Connected atau terdapat koneksi internet. Seperti pada gambar dibawah





Setelah ini anda bisa menyebarkan koneksi internet yang didapat dari wireless anda dan anda sebarkan pula lewat wireless.. OK Selamat Mencoba
by Arief Sofyan, SMK Madinatulquran.

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *